Tahun Ini Ibadah Puasa Muslim Bersamaan dengan Puasa Khonghucu

Mabur.co – Tahun ini, momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili digelar hampir bersamaan dengan momen awal bulan Ramadan 1477 H. 

Itu artinya segenap umat Muslim dimungkinkan melaksanakan ibadah puasa, bersamaan dengan praktik puasa masyarakat Tionghoa. 

Pasalnya, dalam tradisi Khonghucu, rangkaian Imlek juga diiringi dengan jadwal puasa dan pantangan memakam daging yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu di bulan pertama penanggalan Imlek. 

Praktik puasa dalam tradisi Khonghucu ini disebut dengan Chai.

Masyarakat Tionghoa biasanya akan berpuasa dan tidak memakan daging sejak tanggal 2 hingga 7 bulan pertama Imlek. 

Dikutip dari iloveconfucius.com, salah satu puasa yang utama dalam tradisi Khonghucu, adalah puasa menjelang sembahyang besar Cing Thien Kong (Pai Thi Kong). 

Setelah itu mereka akan melaksanakan puasa penuh pada tanggal 8, sejak pagi hingga malam hari.

Puasa tersebut ditutup dengan sembahyang besar pada malam hari, sebelum akhirnya berbuka dengan makanan tanpa daging.

Dalam ajaran Khonghucu, masyarakat Tionghoa juga mengenal berbagai bentuk puasa jasmani lain yang dilakukan secara berkala sepanjang tahun Imlek.

Seperti misalnya pantangan memakan daging pada hari-hari tertentu setiap bulan. Bahkan juga puasa jangka panjang sebagai laku pengendalian diri.

Praktik-praktik ini menjadi bagian dari pembinaan rohani umat, khususnya pada masa-masa penting seperti perayaan tahun baru.

Secara garis besar, praktik puasa dalam ajaran Khonghucu, dibagi menjadi dua. Puasa rohani (Jie) dan puasa jasmani (Zhai). 

Puasa rohani bersifat mendasar dan wajib dijalankan dengan menahan diri dari empat hal yang tidak melanggar susila.

Yakni tidak melihat, tidak mendengar, tidak membicarakan, serta tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kesusilaan.

Sementara puasa jasmani dilakukan dengan berpantang mengonsumsi daging dalam waktu dan tingkatan tertentu. 

Praktik ini tidak semata-mata bersifat ritual, tetapi juga dimaksudkan untuk melatih kesederhanaan, disiplin, serta kepekaan batin dalam kehidupan sehari-hari.

Tak heran, puasa juga menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan rohani sebelum menaikkan sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bagi penganut Khonghucu, ibadah tidak hanya semata-mata dimaknai sebagai kegiatan sembahyang dan perayaan hari besar, tetapi juga sebagai sarana penyucian diri, dan pengendalian diri.

Yakni, agar perilaku, tutur kata, dan perbuatan  senantiasa selaras dengan nilai kesusilaan dan cinta kasih. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *