Mabur.co – Meski semakin tergerus oleh kemajuan zaman dan teknologi, permainan tradisional masih cukup diminati oleh generasi muda saat ini, khususnya yang berada di pelosok desa maupun daerah terpencil lainnya.
Namun, sebagai manusia modern, tentu saja kemajuan teknologi tidak bisa dihindari atau ditolak begitu saja, karena itu juga bagian dari peradaban dan adaptasi terhadap dunia modern, yang memang menuntut kecepatan, akurasi, bahkan kesempurnaan dalam setiap detail aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, mengingat pentingnya permainan tradisional untuk tetap hadir dalam ruang lingkup anak-anak masa kini, beberapa pihak juga perlu menaruh perhatian khusus, terutama dari kalangan orang tua serta guru, agar ragam permainan tradisional bisa terus dilestarikan dari generasi ke generasi, dan tidak sepenuhnya hilang dari kebiasaan anak-anak, ketika mengisi waktu luang bersama teman-teman di sekitarnya.
“Pemerintah dan masyarakat sebenarnya bisa lebih banyak terlibat di pelestariannya ya, termasuk juga muatan pendidikan (pesan yang terkandung dalam permainan tradisional tersebut) di dalamnya. Bagaimana kemudian permainan tradisional bisa dikemas dalam bentuk yang lebih menarik bagi anak-anak zaman sekarang. Memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan,” ungkap salah satu seniman di Bantul, Tedi Kusyairi, saat dihubungi mabur.co, Sabtu (6/6/2026).
Pentingnya Peran Sekolah
Menurut Tedi, interaksi sosial anak-anak saat ini (yang tidak banyak berubah sejak dahulu) lebih banyak terkondisikan di lingkungan sekolah, sehingga sekolah (dalam hal ini guru) juga memiliki peranan penting dalam melestarikan permainan tradisional, baik melalui mata pelajaran khusus, dan semacamnya.
“Kalau (di zaman) sekarang kan lingkungan sosial anak-anak itu lebih terkondisikan di sekolah, nah lalu bagaimana sekolah bisa melestarikan permainan tradisional dalam berbagai hal, bisa jadi dalam bentuk muatan lokal, dan lain-lain,” tambah Tedi.
Tedi sendiri merasa bahwa kemajuan teknologi juga bisa dimaksimalkan untuk melestarikan permainan tradisional. Salah satunya dengan menghadirkan permainan tradisional dalam versi digital, lalu “memaksa” anak-anak untuk bekerja sama mengatasi setiap tantangan yang ada dalam permainan tersebut, dan seterusnya. (*)

