Lestarikan Permainan Tradisional Gobak Sodor, Berbagai Ajang Lomba Digalakkan

3 Min Read
Children in colorful modest clothing run on a sunny grassy field, playing a chase game as adults watch in the background with goalposts nearby.
Sejumlah anak-anak sedang memainkan permainan tradisional gobak sodor. (Foto: Dok JH Kusmargana)

Mabur.co – Gobak Sodor masih menjadi salah satu permainan tradisional yang terus dilestarikan masyarakat di Kabupaten Kulon Progo. 

Meski tak sepopuler beberapa dekade silam, permainan rakyat ini masih kerap dilombakan dalam berbagai ajang festival maupun perlombaan di sejumlah wilayah. 

Terakhir Gobak Sodor juga dimainkan dalam ajang Festival Gobak Sodor di Kalurahan Kaliagung, Sentolo, pada akhir 2026 lalu.

Melibatkan puluhan pemuda dari berbagai padukuhan, ajang yang digelar Pemerintah Desa ini berlangsung meriah serta mampu menyedot antusiasme ribuan warga.

Tak hanya itu, untuk melestarikan permainan tradisional ini, pemerintah tingkat kabupaten juga kerap menggelar lomba Gobak Sodor dalam sejumlah event. Seperti saat peringatan hari besar nasional ataupun HUT Kabupaten.

Komitmen Lestarikan Permainan Tradisional

Masih banyaknya ajang perlombaan gobak sodor ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melestarikan permainan tradisional baik sebagai warisan budaya, sarana olahraga, hingga rekreasi. 

Salah seorang Pendamping Desa Budaya asal Sentolo, Sutarmi, menyebut gobak sodor merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim. Setiap tim biasanya terdiri atas tiga hingga lima orang pemain.

Permainan dilakukan di lapangan berbentuk persegi panjang. Dimana satu tim bertugas menjaga garis pertahanan, sedang tim lainnya bertugas menembus pertahanan garis wilayah musuh tanpa tersentuh pemain lawan.

“Jadi tim penyerang harus mencari celah untuk bisa melewati para penjaga dengan mengandalkan kecepatan, kelincahan, dan kerja sama,” ujarnya. 

Permainan tradisional Gobak Sodor sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia asal Daerah Istimewa Yogyakarta. Sehingga upaya pelestarian Gobak Sodor harus terus dilakukan agar tidak punah begitu saja. 

Terlebih di era modern seperti saat ini permainan tradisional seperti gobak sodor sudah semakin jarang dimainkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Berganti dengan permainan modern ala Barat seperti game berbasis smartphone ataupun komputer.

“Karena itu, agar anak-anak tetap mengenal permainan tradisional seperti gobak sodor ini, berbagai ajang lomba harus rutin digelar. Misalnya dalam ajang 17-an, merti dusun, dan sebagainya,” ujarnya. 

Menurut Sutarmi, dibandingkan game modern ala Barat, permainan tradisional seperti Gobak Sodor jauh memiliki banyak manfaat. Mulai dari menjaga kebugaran tubuh, melatih kerja sama, hingga menjadi sarana untuk menjalin keakraban antarwarga.

“Kalau main game di HP kan anak jadi diam di rumah, tidak bergaul dengan tetangga. Tapi dengan permainan tradisional ini dia bisa olahraga sekaligus srawung dengan teman-temannya,” katanya.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment