Permadani Berusia 1.000 Tahun Dipamerkan di Inggris, Simpan Sejarah Penaklukan Normandia

2 Min Read
Long wall mural in a subway station, styled like the Bayeux Tapestry, showing knights on horseback and medieval figures separate along the wall.
Permadani berusia 1.000 tahun Bayeux Tapestry yang menceritakan tentang peristiwa penaklukan Normandia. (Foto: rugankilim.com)

Mabur.co – Sebuah permadani berusia hampir 1.000 tahun bernama Bayeux Tapestry untuk pertama kalinya dipamerkan di British Museum, London, Inggris setelah selama berabad-abad disimpan di Prancis.

Permasani sepanjang sekitar 70 meter itu sangat istimewa. Tidak hanya karena usianya yang sangat tua, namun juga karena menyimpan gambar yang menceritakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Inggris, yakni penaklukan Normandia pada 1066.

Dilansir Reuters, Kamis (10/9/2026), pameran permadani Bayeux Tapestry ini akan dibuka mulai 10 September 2026 dan berlangsung hingga 10 bulan kepan. Yang paling menarik, pameran ini menjadi yang pertama kalinya Bayeux Tapestry kembali dipamerkan di Inggris sejak abad ke-11. 

Ratusan Gambar Adegan

Permadani Bayeux Tapestry yang diakui sebagai memori dunia UNESCO sendiri dibuat dalam bentuk bordir di atas kain linen. Di sepanjang kain tersebut terdapat ratusan gambar adegan yang menggambarkan perjalanan menuju Pertempuran Hastings.

Gambar ini menampilkan berbagai tokoh, kapal, kuda, prajurit hingga suasana pertempuran. Karena disusun seperti rangkaian gambar yang saling terhubung, karya ini nampak mirip sebuah komik atau buku cerita bergambar dari abad pertengahan.

Cerita yang ditampilkan dalam permadani panjang ini juga menggambarkan kemenangan William dari Normandia atas Raja Harold II dalam Pertempuran Hastings.

Kemenangan itulah yang kemudian mengantarkan William menjadi raja Inggris dan dikenal sebagai William sang Penakluk sekaligus menjadi salah satu tonggak penting sejarah Inggris. 

Meski selama berabad-abad berada di Prancis, masyarakat Inggris meyakini permadani Bayeux Tapestry ini dibuat oleh para perajin Inggris.

Reuters melaporkan permadani itu diperkirakan dikerjakan di wilayah Kent, Inggris, sebelum kemudian dibawa menuju Prancis.

Benang Wol

Diperkirakan permadani ini dibuat menggunakan benang wol yang diwarnai secara alami kemudian dibordir secara manual. Panjangnya yang juga mencapai 70 meter membuat karya ini sangat fenomenal.

Selain menjadi mahakarya di abad pertengahan, permadani Bayeux Tapestry juga menjadi catatan sejarah yang sangat berharga dan tak ternilai yang dimiliki dunia.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar