Mabur.co- Menjaga keseimbangan dalam kehidupan seksual penting dalam hubungan rumah tangga. Seks memegang peranan penting dalam kehidupan rumah tangga dan keintiman bersama pasangan, tanpa kualitas dan kuantitas seks yang memadai, hubungan antar-pasangan bisa menjadi renggang.
Meski seks nikmat dan menyenangkan ada periode dalam hidup frekuensinya berkurang, terhenti jangka waktu tertentu hingga berhenti sama sekali.
Akibat hal ini ada beberapa hal yang bisa terjadi pada tubuh ketika lama tidak berhubungan intim, seperti mudah gelisah.
Seks sebenarnya dapat mengurangi jumlah hormon yang dikeluarkan tubuh sebagai respons stres. Aktifnya berhubungan bisa membuat Anda lebih bahagia dan dapat membantu mencegah cemas.
Orang tua yang sedikit melakukan aktivitas seksual dapat menyebabkan risiko bayi terkena gangguan mental skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang dapat menyebabkan halusinasi, delusi, pemikiran yang tidak teratur, suasana hati negatif, dan gangguan kognitif.
Tak jarang, penderita skizofrenia akut sulit membedakan mana kenyataan dan khayalan.
“Dampaknya, penderita gangguan mental ini dapat membahayakan orang lain di sekitarnya,” dilansir Grid.id, Sabtu (25/4/2026).
Sejumlah faktor turut berkontribusi dalam perkembangan penderita gangguan mental ini, termasuk gen, faktor lingkungan, seperti paparan virus, kekurangan gizi dan masalah selama kelahiran.
Penelitian terbaru mengungkapkan adanya hubungan antara aktivitas seksual orang tua dan perkembangan skizofrenia pada anak-anak mereka.
Menurut para peneliti, kontak seksual yang singkat antara pasangan sebelum kehamilan membuat bayi berisiko terkena gangguan mental di masa depan.
Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Schizophrenia Research, dan mendukung penelitian sebelumnya, yang menyarankan komplikasi kehamilan, yang disebut preeklampsia, berkontribusi pada pengembangan skizofrenia.
Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian lain, yang menunjukkan bahwa periode lamanya paparan sperma sebelum kehamilan meningkatkan perlindungan wanita terhadap preeklampsia, atau komplikasi kehamilan berpotensi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi.
“Hasil kami menyimpulkan bahwa keturunan yang lahir dari pasangan yang menikah kurang dari tiga tahun, di semua usia ayah, memiliki risiko kecil alami skizofrenia, yang tidak tergantung pada gangguan kejiwaan orangtua dan usia ayah,” jelas Dolores Malaspina. ***



