Mabur.co – Dunia sastra di pelosok desa memang menghadapi tantangan serius, khususnya terkait pelestarian dunia seni yang satu ini.
Mengingat budaya bersastra kebanyakan hanya dilangsungkan di perkotaan, atau lingkungan yang identik dengan para seniman, sastrawan, maupun budayawan tertentu, yang sayangnya tidak banyak ditemukan di daerah-daerah terpencil.
Namun di Kulon Progo, sekelompok remaja yang sama-sama menggemari sastra, mulai menangkap keresahan tersebut, untuk kemudian membentuk sebuah komunitas khusus yang bergerak di bidang sastra.
Duta Bahasa DIY
Dilansir dari laman IDN Times, Senin (8/6/2026), Duta Bahasa DIY tahun 2022, Tri Wahyuni, diketahui sudah memiliki ketertarikan terhadap dunia sastra, bahkan sejak dirinya masih duduk di bangku SD.
Yuni, panggilan akrabnya, berusaha mengumpulkan pemuda-pemudi yang menyukai sastra di wilayah Kulon Progo dan sekitarnya, untuk mengikuti acara pentas Selasa Sastra yang diselenggarakan di Bantul.
Sejak saat itu, ia pun mulai berunding dengan teman-teman lainnya, untuk menginisiasi terciptanya komunitas sastra khusus anak-anak muda di Kulon Progo. Mengingat saat itu Kulon Progo juga belum pernah memiliki komunitas yang concern di bidang sastra.
Akhirnya terbentuklah komunitas sastra Regas (Remaja Geblek Bersastra) pada 20 November 2021.
Komunitas Regas adalah komunitas yang berfokus pada literasi sastra, khususnya kepada generasi muda. Komunitas ini berdiri untuk menanggapi permasalahan yang sering dihadapi oleh anak-anak muda, yaitu menghadapi senioritas, sulit menemukan tempat untuk belajar, kurangnya apresiasi, dan masih banyak lagi.
Dengan begitu, komunitas Regas akan membantu mengatasi segala keresahan mereka, dengan “menumpahkannya” ke dalam bentuk karya sastra.
Komunitas ini sudah menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti pentas sastra tiap akhir tahun, pelatihan menulis, olimpiade puisi, dan seterusnya.
Yuni meyakini, bahwa sastra mampu menjadi ruang ekspresi yang bebas, sehingga patut disebarluaskan melalui banyak platform yang tersedia, agar manfaatnya semakin terasa untuk banyak orang.
Terus Beradaptasi

Tidak hanya mengadakan kegiatan, Komunitas ini juga pernah meraih beberapa prestasi membanggakan, seperti menyabet Juara 1 Pemuda Pelopor DIY Tahun 2025 Bidang Seni Budaya, berkolaborasi dengan guru dari luar negeri, dan masih banyak lagi.
Sejak berdiri hampir lima tahun lalu, kini Komunitas regas sudah memiliki lebih dari 300 anggota dari seluruh Indonesia, yang berasal dari usia SD hingga kuliah.
Dilansir dari laman Suara Pemuda Jogja pada awal Maret lalu, Komunitas Regas juga baru saja melakukan restrukturisasi atau pergantian pengurus, yang bertugas sepanjang tahun 2026 ini. Salah satunya adalah pemilihan Ketua Sanggar, yang langsung dilantik hari itu juga.
Pergantian pengurus ini diharapkan mampu membawa Regas lebih memajukan dunia sastra di Kulon Progo serta DIY pada umumnya, sebagai bagian dari pelestarian budaya sastra dalam kehidupan sehari-hari. (*)

