Mengenang Markus Fajar Listyantara, Pemain Bola Langka, Pernah Bela Dua Klub Rival DIY

3 Min Read
Markus Fajar Listyantara saat bermain di PSS Sleman. (Foto: Arsip KR)

Mabur.co – Dunia sepak bola tanah air kembali berduka. Salah satu legenda sepak bola asal Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Markus Fajar Listyantara, meninggal dunia di usia 45 tahun pada hari Sabtu ini (25/7/2026), akibat penyakit gagal ginjal yang dialaminya sejak Maret 2026 lalu.

Semasa hidupnya, ia telah bermain di tiga klub yang cukup berdekatan secara geografis, yakni PSS Sleman, PSIM Jogja, serta PPSM Magelang. Ia juga sempat mencicipi karier internasional bersama timnas Indonesia U-23, sayangnya ia gagal menembus tim senior.

Ia menjadi satu dari tiga pemain yang pernah memperkuat dua tim legendaris asal DIY, PSS dan PSIM. Namun, namanya lebih melekat pada pasukan Super Elja (PSS Sleman), karena ia telah membela tim itu selama delapan tahun, yang menjadi momen terbaik dalam kariernya pada saat itu.

Sementara masa bakti di klub rival (PSIM Jogja) hanya dihabiskan selama dua tahun, saat ia sudah melewati puncak karier.

Pemain yang berposisi sebagai bek ini juga cukup terkenal dengan lemparan jarak jauh (long throw), jauh sebelum era Pratama Arhan di era modern saat ini.

Menjadi Pelatih SSB Lokal

Setelah memutuskan pensiun dari dunia sepak bola profesional pada tahun 2015, Markus tidak benar-benar meninggalkan sepakbola sepenuhnya.

Ia pun mendedikasikan hidupnya untuk melatih generasi muda, dengan menjadi pelatih di SSB (Sekolah Sepak Bola) Potorono, yang berlokasi di Banguntapan, Bantul, untuk level U-15.

Pihak manajemen PSS Sleman pun turut mengucapkan ungkapan belasungkawa atas kepergian Markus.

Dikutip dari akun Instagram resmi PSS Sleman, Sabtu (25/7/2026), pihak klub mengucapkan turut berduka cita atas kepergian Markus Fajar Listyantara, yang telah menghabiskan sebagian masa kariernya di tim Super Elja, dan berkontribusi maksimal terhadap perkembangan PSS Sleman sampai saat ini.

Termasuk dengan kembalinya PSS Sleman ke BRI Super League pada kompetisi musim 2026-2027, yang akan bergulir pada awal September 2026 mendatang.

Sebagai salah satu local pride asal Yogya yang begitu peduli terhadap perkembangan sepak bola DIY, Markus sangat berjasa terhadap kemajuan sepakbola DIY hingga ke tingkat nasional.

Hal itu membuat keberadaan pemain-pemain asal DIY mulai diperhitungkan untuk bersaing di level yang lebih tinggi, termasuk bersaing mendapatkan satu tempat di tim nasional level senior. (*)


Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar