Mabur.co – Lionel Messi boleh saja telah meraih semua gelar bergengsi yang bisa diraih oleh pemain sepak bola profesional mana pun di seluruh dunia, baik dari segi pencapaian tim maupun individu.
Bahkan Messi juga telah berhasil memimpin Argentina meraih gelar paling prestisius di seluruh dunia, yakni gelar Piala Dunia, yang diraihnya pada 2022 lalu di Qatar.
Namun, ketika Messi harus takluk untuk kedua kalinya, dari total tiga kesempatan final Piala Dunia di sepanjang kariernya, tangisannya tetap tak bisa dibendung.
Kekalahan Argentina di tangan anak-anak muda Spanyol pada Senin dini hari lalu (20/7/2026), membuat Messi gagal mempertahankan gelarnya di kancah internasional.
Ia pun harus rela melepaskan gelar yang telah diraih pada empat tahun lalu, ke tangan anak muda yang pernah dimandikannya di masa muda dulu, yakni Lamine Yamal.
Meskipun sempat mampu menahan kekecewaannya (usai peluit panjang dibunyikan), namun kesedihan Messi tak dapat dibendung, setelah dirinya menerima medali perak, dan berdiri menghadap para pendukung La Albiceleste, yang ikut menangis akibat kekalahan Messi dan kawan-kawan di laga tersebut.
Para pendukung Argentina seolah tak sanggup menahan kesedihannya, ketika melihat sang lawan, Spanyol, mengangkat trofi yang sempat diangkat oleh sang mega bintang pada empat tahun sebelumnya.
Sepulang dari Amerika Serikat, Messi dan kawan-kawan pun tetap disambut bak pahlawan oleh ribuan masyarakat Argentina di ibu kota Buenos Aires. Bahkan mereka tetap disambut dengan bus besar layaknya telah mempertahankan gelar juara.
Masa Depan Belum Pasti

Lionel Messi pun belum memutuskan, apakah masih akan melanjutkan kiprahnya bersama skuad La Albiceleste, atau berniat mengakhiri kariernya di kancah internasional. Termasuk peluang untuk kembali bermain di Piala Dunia 2030, ketika usianya akan menginjak 43 tahun.
Ketika seorang pemain sekomplit Messi saja masih tetap menangis ketika gagal mendapatkan sesuatu yang sudah pernah diraihnya di masa lalu, maka tak terbayangkan lagi bagaimana ambisinya yang begitu besar di dunia sepak bola profesional.
Di mana ia selalu menargetkan kesempurnaan dalam setiap aspek yang dilakukannya, termasuk dalam hal pencapaian.
Padahal, pemain-pemain lainnya di luar sana belum tentu sanggup meraih apa yang telah dicapai Messi bersama timnas Argentina, maupun karier sepak bola secara umum.
Termasuk mencapai tiga final Piala Dunia dari enam edisi yang pernah diikuti Messi, sejak 2006 silam. (*)
