Tidak Ada Warna Minuman yang Lebih Baik, Selain “Tidak Berwarna”

Mabur.co – Fenomena minuman kemasan yang semakin marak di berbagai negara di dunia, kini telah mencapai angka yang bisa dibilang keterlaluan.

Menurut laporan dari situs Kabarika, pada 2025 lalu, rata-rata masyarakat Indonesia masih mengonsumsi minuman manis (kemasan) alias berwarna sebanyak 1-2 kali sehari.

Celakanya minuman-minuman kemasan ini hampir semuanya mengandung pewarna, atau memiliki warna yang berbeda dari warna air itu sendiri, yaitu “tidak berwarna” (bening).

Karena bagaimanapun, minuman berwarna sudah pasti tidak lebih sehat dari minuman bening, lantaran warna dasar dari air sendiri adalah “tidak berwarna”, alias alami.

Meskipun beberapa produk telah mengklaim bahwa minuman tersebut mampu menyehatkan tubuh, seperti susu, minuman isotonik, minuman berstamina, dan seterusnya, namun tetap saja jenis-jenis minuman tersebut tidak akan pernah lebih baik dari warna aslinya, karena telah melalui proses produksi di pabrik dan sebagainya.

Memasuki bulan Ramadan yang tinggal hitungan hari, tentu saja banyak UMKM maupun produsen minuman yang berlomba-lomba memasarkan produk minuman mereka, agar bisa menjangkau konsumen sebanyak-banyaknya.

Namun hampir semua produk tersebut rata-rata berwarna, salah satunya yang paling ikonik adalah iklan sirup.

Tentu saja, semua sirup pasti berwarna, bahkan warnanya pun beraneka ragam. Sehingga bisa dipastikan, sirup bukanlah minuman yang tergolong sehat, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

Anehnya, minuman berwarna justru lebih disukai oleh orang-orang, apalagi anak kecil. Namun hal itu tampaknya sah-sah saja, karena yang berwarna pasti akan selalu lebih menarik daripada yang “tidak berwarna”, meskipun kenyataannya air tidak berwarna itu justru lebih sehat dan alami.

Dilansir dari laman RRI, berikut adalah dua alasan sederhana, mengapa minuman berwarna (jus, sirup, susu, kopi, teh, dan seterusnya) tidak akan pernah lebih baik daripada air tidak berwarna, alias alami.

Faktor Kesehatan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, minuman berwarna seperti jus, teh, susu, sirup, kopi, dan sebagainya sering kali menggunakan pewarna buatan. Jika minuman-minuman berwarna ini terus dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, tentu saja akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Rentan Risiko Penyakit

Masih terkait poin yang pertama, ketika seseorang terlalu sering mengonsumsi minuman berwarna, yang di dalamnya mengandung pewarna buatan seperti rhodamin B dan methanil yellow, maka potensi untuk terkena risiko penyakit akan jauh lebih besar.

Beberapa penyakit yang bisa timbul akibat terlalu sering mengonsumsi minuman berwarna di antaranya alergi, asma, gangguan ginjal, keracunan, dan masih banyak lagi.

***

Minuman berwarna memang terlihat sangat menarik, dan rasanya pun sebagian besar juga enak dan segar. Berbeda dengan minuman tidak berwarna atau bening yang tidak berasa sama sekali.

Hanya saja, sebagai minuman yang telah diproses dan diolah sedemikian rupa di pabrik, otomatis tingkat kesehatannya sudah jauh menurun dari kandungan aslinya. Sehingga minuman berwarna pada dasarnya tidak pernah sehat, sekalipun diklaim sebagai “minuman kesehatan” dan lain-lain.

Selain itu, jika Anda sering nongkrong dan makan di berbagai warung, restoran maupun kafe, seringkali minuman tidak berwarna malah disediakan secara gratis, dan tidak butuh waktu lama untuk disajikan ke meja Anda.

Berbeda jauh dengan minuman berwarna seperti yang telah disebutkan di atas.

Minuman berwarna sudah pasti ada harganya, ada proses pembuatannya, ada proses pengemasannya, eh ujung-ujungnya malah tidak sehat dan merusak tubuh. Sebaliknya, minuman tidak berwarna itu selain alami, sudah pasti sehat, eh gratis pulak. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *