Almarhum Didi Kempot, penyanyi campursari legendaris asal Surakarta itu, dijuluki sebagai The Godfather of Broken Heart atau Bapak Patah Hati Nasional. Kenapa bukan sekalian dijuluki Bapak Kesehatan Mental, saya kurang tahu.
Yang pasti lagu-lagunya mewakili cerminan orang yang patah hati, nestapa berat, jika tak terhibur pelampiasannya bisa sampai bunuh diri. Artinya, lagu-lagunya menyuarakan kesehatan mental juga sebenarnya.
Media massa di Indonesia banyak memberitakan soal kasus bunuh diri akibat patah hati. Artinya aspek kesehatan mental juga selayaknya penting diperhatikan.
Rupanya di tengah banjir bandang informasi di masa kini, entah mana yang hoaks, mana yang AI, mana yang benar-benar terjadi, aspek kesehatan mental ini harus dijaga juga.
Bisa saja aspek kesehatan mental ini susah untuk dideteksi kecuali memang sudah ada tindakan tertentu yang kelihatan, sehingga bisa dirunut penyebabnya.
Intinya, di luar urusan kesehatan medis, urusan kesehatan psikis ini penting dirawat juga.
Terlebih lagi jika memang sudah ada gejolak yang dirasakan di luar kesadaran akal sehat, misalnya sudah menjurus ke dalam putus asa, perlu kawan curhat (tidak harus psikiater), itu menunjukkan bahwa kesehatan mental sudah bermasalah. Betapa pun masih minim persentasenya.
Orang bisa saja hidup kesepian namun di dalam kesepiannya bisa saja tanpa masalah. Nah, ini menarik juga, artinya orang tersebut bisa menetralisir sendiri hidupnya.
Oleh karena itu, di masa sekarang, harus bisa kuat dalam menempuh hari-hari yang penuh guncangan kabar atau apa pun saja yang tidak menentu.
Boleh jadi salah satu solusi terdekat dalam menjalani terapi hidup yang mengacu pada kesehatan mental yang baik adalah dengan mengedepankan humor.
Humor ini bisa saja didapat dari lagu-lagu seperti yang dibawakan Didi Kempot itu. Unik bukan ketika kesedihan yang akut karena patah hati justru bisa dinyanyikan dan menjadi kegembiraan tersendiri?
Inilah keunikan dan misteri musik juga, bisa menjadi sarana menghibur patah hati sehingga tidak terlanjur larut masuk ke dalamnya.
Memang berat jika orang sudah sampai dirundung masalah mendalam di sebagian hidupnya. Namun satu hal yang pasti, dengan banyaknya ruang alternatif penyelamatan problem kesehatan mental melalui pelampiasan musik dan kemungkinan hiburan lain, bisa mengurangi rasa keterpurukan yang mendalam.
Oleh karena itu, jika sedang patah hati, kunjungilah lagi lagu-lagu Didi Kempot yang justru membahagiakan itu. Bertolak belakang dengan isi syair yang dibawakannya.
Dengar saja lagu Pamer Bojo itu. Itu lagu luka hati yang dalam namun justru menumbuhkan daya hidup tersendiri. Semangat hidup tersendiri. So, mari selamatkan mental kita agar selalu sehat!
Ini kutipan lagu Pamer Bojo, simak sedikit saja, ya!
Dudu klambi anyar sing neng njero lemariku
Nanging bojo anyar sing mbok pamerke neng aku
Nengopo seneng aku yen mung gawe laraku
Pamer bojo anyar neng ngarepku



