Program Gentengisasi Menyakiti Hati Rakyat Tak Punya Rumah

Mabur.co – Gagasan program “Gentengisasi Nasional” yang disampaikan Presiden RI, Prabowo Subianto, memang terdengar bagus dan indah. 

Bagaimana tidak, program ini dicanangkan sebagai langkah strategis pemerintah untuk mempercantik wajah permukiman di seluruh penjuru Indonesia. 

Tujuannya jelas, mengganti atap seng setiap rumah warga, dengan memakai genteng berbahan tanah liat. Dengan begitu kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat juga meningkat.

Siapa pula yang tak mau rumahnya nyaman, indah dan lebih sehat? Tentu tak ada.

Namun bagi sebagian rakyat Indonesia, persoalannya bukan saja soal bagaimana rumahnya bisa indah dan sehat. Tapi bagaimana bisa memiliki rumah.

Ya, faktanya hingga saat ini masih banyak rakyat Indonesia yang tidak memiliki rumah.

Kondisi itu tak hanya dirasakan para keluarga muda, namun juga keluarga yang sudah berpuluh-puluh tahun berumah tangga. 

Bisa jadi selama ini mereka kos, tinggal bersama orang tua, atau kontrak. Hal itu hampir pasti terjadi dan bisa dengan mudah ditemukan di setiap wilayah Indonesia.

Dalam publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Indikator Perumahan dan Kesehatan Lingkungan tahun 2023, Kompas bahkan mencatat masih terdapat 15,21 persen rumah tangga di Indonesia yang belum memiliki rumah.

Itu artinya jika total jumlah rumah tangga di Indonesia mencapai 75 juta keluarga, maka masih ada sekitar 11,25 juta keluarga di Indonesia yang sampai saat ini tidak memiliki rumah.

Bahkan pada tahun 2023, Erick Thohir yang kala itu masih menjabat sebagai menteri BUMN, pernah menyebut ada sekitar 81 juta generasi milenial di Indonesia yang masih belum memiliki rumah. 

Melihat fakta tersebut, maka program Gentengisasi atau penggantian atap seng menjadi genteng, jelas tidak relevan bagi jutaan rakyat Indonesia yang masih kesulitan memiliki rumah. 

Bahkan program itu seolah menyakiti hati rakyat yang tak punya rumah. Bagaimana bisa mengganti atap genteng yang bagus, jika rumah saja tidak punya?

Karena itu, alangkah baiknya pemerintah lebih fokus untuk mewujudkan program 3 Juta Rumah per Tahun untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang telah digaungkan sebelumnya. 

Syukur-syukur rumah-rumah yang disediakan itu, sudah memakai atap genteng berkualitas, bukan hanya seng generasi ke-2 (genteng metal galvalum) yang kurang estetik, mudah rusak, dan berisik saat hujan tiba. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *