Antisipasi Terjadi Kasus Kekerasan Anak di Daycare, Disdik Sleman Sidak TPA - Mabur.co

Antisipasi Terjadi Kasus Kekerasan Anak di Daycare, Disdik Sleman Sidak TPA

Mabur.co-Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Selasa (28/4/2026) melakukan sidak TPA Alam Uswatun Khasanah, yang terletak di Dusun Kronggahan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon/Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman, Mustadi, menjelaskan, guna memastikan bahwa di satuan pendidikan dalam hal ini formal maupun nonformal di tingkat PAUD berjalan dengan lancar maka lihat betul bagaimana kegiatannya.

Kemudian apakah ada kendala – kendala dan sebagainya, inilah yang akan dipastikan.

“Alhamdulillah hari ini kami di TPA Uswatun Khasanah Kronggahan. Cukup baik dari sisi perizinan, admistrasi. Kemudian dari sisi kegiatan juga sangat baik sehingga kami bangga dan merasa senang. Kita punya tempat pendidikan yang memang dari sisi regulasi baik, kemudian dari sisi operasional juga baik.

Bunda-bunda kita di sini juga sangat perhatian untuk anak-anak kita. Dan ini saya lihat langsung tadi, bahkan saya ikut mencicipi makan siang untuk anak-anak itu juga bagus. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan di TPA kemudian KB, kemudian TK yang formal itu juga berjalan dengan baik,” ucapnya.

Mustadi mengatakan, Kabupaten Sleman, jumlah PAUD non formalnya ada 563, yang formal atau TK ada 514.

Ini ada yang hampir semua berizin khusus. Persentase dari pusat itu harus berizin.

Namun demikian memang masih ada yang belum berizin, karena masih dalam proses.

Tapi dipastikan bahwa proses izin akan terus didampingi karena ketika izin keluar diakreditasi.

Ini menjadi salah satu indikator bahwa penyelenggaraan di PAUD formal dan non formal berjalan dengan baik.

“Kami dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menegaskan, kalau bagi yang belum berizin kami beri peringatan dulu, kok belum ada izin, harus segera mengajukan, tidak boleh begitu,” tegasnya.

Mustadi mengatakan, tidak mau pelayanan yang tidak berstandar dan menjadi masalah juga tidak bertanggung jawab.

“Kami berharap kepada pengelola TPA yang ada segera dilengkapi persyaratannya, kami akan dampingi, kita fasilitasi dan sebagainya. Termasuk kelengkapan-kelengkapan ini jadi tugas dinas memberikan support untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Saya ikut prihatin ketika orang tua sudah menitipkan anaknya dengan ikhlas untuk dibimbing diasuh, tetapi ada kegiatan yang kurang memberikan perhatian untuk anak-anak mereka. Sekali lagi kami sangat prihatin. Namun demikian kami memastikan di TPA Uswatun Khasanah ini, berjalan dengan baik dan Insya Allah Kabupaten Sleman mudah-mudahan baik semua,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola KB Uswatun Khasanah, Sri Lestari, merasa senang dikunjungi Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.

Jadi Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menjadi tahu kondisi sekolah yang sesungguhnya.

“Tadi kebetulan terkait dengan siswanya juga, kesehatannya juga. Kemudian sarprasnya dan juga perizinan terutama perizinan operasional juga tadi dicek. Alhamdulillah di tempat kami lengkap dan masih hidup,” ungkapnya.

Sri mengatakan, dulu ada satu anak pernah dua hari dititipkan di sana (Daycare Little Aresha), ternyata anak tersebut trauma kemudian orang tuanya kembali menitipkan anaknya ke sini.

Itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terapi dan saat ini sudah mulai membaik.

Yang jelas seharusnya mendidik itu dengan hati, kalau untuk anak usia dini harus dengan hati. Karena memang yang ada di sekolah itu merupakan orang tua pengganti mereka, sehingga sosok seorang ibu, seorang ayah itu harus ditemukan juga di lembaga pendidikan.

“Jadi tugas kita bukan hanya mengajar, tapi adalah terkait dengan transfer all value. Terkait bagaimana mengasuh, kemudian mendidik sesuai dengan hal-hal yang seharusnya begitu.

Semoga dengan adanya kasus kemarin menjadi perhatian kita semua, dan kami berharap orang tua menjadi lebih bijak, lebih cerdas lagi dalam memilih layanan PAUD.

Terutama untuk sekolah-sekolah yang sudah memiliki izin operasional, sudah berakreditasi dan secara terbuka siap ketika mau dilihat sarprasnya. Mau dilihat kelasnya itu menjadi pertimbangan juga,” katanya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *