Mabur.co- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta kini memutuskan memilah-milah laporan masyarakat yang masuk. Hal ini merupakan upaya efisiensi anggaran.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memastikan dukungan anggaran pada Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta.
“Saya akan menjamin kelancaran operasional layanan dasar dan darurat meskipun di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi. Termasuk di dalamnya anggaran operasional mobil pemadam kebakaran dan penyelamatan.
Untuk urusan yang sifatnya dasar, penting, dan emergensi seperti damkar, kami tidak akan mengesampingkan itu. Kebutuhan dasar wajib tidak boleh dikurangi,” ujarnya usai menghadiri penataan dan pemotongan kabel fiber optik udara di jalan muja-muju Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (15/6/2026).

Hasto menyiapkan strategi agar operasional dinas bisa tetap tercukupi di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi. Misalnya melalui instrumen Belanja Tidak Terduga (BTT) yang nilainya mencapai Rp35 miliar.
“Jika ada kebutuhan mendadak, entah itu di damkar atau dinas lainnya, kami cairkan dari BTT. Jadi, tidak akan kita biarkan begitu saja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid mengatakan, karena BBM pada anggaran murni berupa Pertaminadex kenaikan harganya sampai 27 ribuan, kemarin hanya cukup untuk operasional sampai September sehingga pembelanjaannya harus cermat.
Supaya pelayanan kedaruratan tidak terkendala karena ketersediaan BBM habis, sambil menunggu anggaran perubahan 2026 ditetapkan untuk penambahannya.
“Untuk layanan kedaruratan tetap menjadi prioritas yang kami seleksi. Hanya layanan-layanan non-kedaruratan/laporan yang secara tupoksi sebenarnya menjadi kewenangan sektor atau daerah lain,” katanya saat di wawancarai via telepon.

Taokhid mengatakan, langkah ini menjadi bentuk edukasi juga kepada masyarakat agar lebih memahami tupoksi dan kewenangan Damkar sehingga tidak setiap layanan masuknya mesti ke damkar.
“Saya berharap, masyarakat agar lebih memahami keterbatasan yang kami hadapi saat ini,” katanya.

