Peserta Didik SDN Kota Yogya Turun, Dewan Pendidikan: Perlu Perhatian Serius

4 Min Read
Two young schoolgirls in white shirts and red uniforms holding hands in a sunlit grassy field.
Fenomena ironis melanda Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Yogyakarta yang harus berjibaku memenuhi kuota daya tampung, di tengah antrean panjang pendaftaran sekolah swasta hingga bertahun-tahun. (Ilustrasi Foto: Istimewa)

Mabur.co– Fenomena ironis melanda Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Yogyakarta yang harus berjibaku memenuhi kuota daya tampung, di tengah antrean panjang pendaftaran sekolah swasta hingga bertahun-tahun.

Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta, Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir terdapat kecenderungan menurunnya jumlah peserta didik baru pada sejumlah Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta.

“Di sisi lain, sejumlah SD swasta menunjukkan peningkatan minat masyarakat karena dinilai memiliki program unggulan, penguatan karakter keagamaan, layanan pembelajaran yang inovatif, serta pengembangan potensi peserta didik yang lebih beragam,” ujarnya saat diwawancarai via telepon, Sabtu (27/6/2026).

Smiling middle-aged man in a batik shirt, wearing a black cap with a blue-green band and sunglasses on top of the cap
Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta, Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si (Foto: Dok. Pribadi)

Khamim mengatakan, fenomena tersebut memerlukan perhatian serius karena berpotensi memengaruhi efektivitas penyelenggaraan pendidikan dasar, pemerataan akses pendidikan, efisiensi pengelolaan satuan pendidikan, serta keberlanjutan layanan pendidikan negeri di Kota Yogyakarta.

“Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta memandang perlu memberikan rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program dan kebijakan pendidikan,” katanya.

Ketimpangan Minat Masyarakat

Khamim menuturkan, menilai kondisi ini karena terjadi ketimpangan minat masyarakat terhadap SD Negeri. Sebagian masyarakat lebih memilih sekolah yang dianggap memiliki prestasi akademik tinggi, layanan pembelajaran unggul, serta program pengembangan diri yang kuat.

Sekolah yang memiliki reputasi baik cenderung mengalami kelebihan pendaftar, sementara sekolah lainnya mengalami kekurangan murid.

“Meningkatnya daya saing sekolah swasta yang menawarkan berbagai keunggulan seperti full day school, penguatan pendidikan karakter,  pendidikan berbasis agama, program ekstrakurikuler yang beragam, pendampingan peserta didik yang lebih intensif. Kondisi ini menjadi salah satu faktor meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah swasta,” katanya.

Khamim menuturkan lagi, kondisi ini juga diakibatkan adanya beberapa faktor lain di antaranya, menurunnya jumlah anak usia Sekolah Dasar.

Dilihat dari perubahan demografi yang menunjukkan jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah Kota Yogyakarta cenderung stagnan bahkan menurun sehingga berdampak pada jumlah calon peserta didik baru.

“Keterbatasan sumber pendanaan sekolah menyebabkan beberapa kegiatan pengembangan karakter dan ekstrakurikuler tidak dapat berjalan optimal, belum meratanya keunggulan dan kekhasan sekolah. Sebagian sekolah belum memiliki identitas atau program unggulan yang menjadi daya tarik masyarakat,” ucapnya.

Khamim menjelaskan, saat ini orang tua tidak lagi memilih sekolah hanya berdasarkan lokasi terdekat, tetapi mempertimbangkan di antaranya, prestasi akademik, karakter lulusan, program keagamaan, ekstrakurikuler, reputasi sekolah, serta keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar sekolah yang mampu memenuhi ekspektasi tersebut akan lebih diminati masyarakat.

“Setiap sekolah perlu memiliki keunggulan khas yang membedakan dengan sekolah lain sehingga mampu menarik minat masyarakat sesuai kebutuhan dan bakat peserta didik,” katanya.

Menurut Khamim, Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta memandang bahwa penguatan mutu dan daya saing sekolah dasar tidak cukup dilakukan melalui peningkatan aspek akademik semata.

Tetapi harus disertai penguatan karakter, pengembangan potensi peserta didik, inovasi pembelajaran, serta penciptaan identitas sekolah yang unggul dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Melalui implementasi rekomendasi ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Kota Yogyakarta mampu berkembang secara merata, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri, serta mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh warga Kota Yogyakarta,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment