Mabur.co – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK di seluruh DIY mulai berlangsung serentak pada Senin (22/6/2026) hari ini.
Di tengah proses SMPB yang dilakukan secara daring, sejumlah sekolah di pelosok daerah mengaku dihantui kekhawatiran akan kemungkinan pemadaman listrik dan gangguan server yang dapat menghambat proses pendaftaran.
Pasalnya, tak sedikit sekolah yang tidak memiliki genset untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman dari PLN.
Salah satunya seperti dirasakan SMKN 1 Panjatan, Kulon Progo. Sekolah yang membuka lima program keahlian ini mengaku belum memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan.
Sehingga jika terjadi pemadaman, seluruh layanan pendaftaran yang bergantung pada jaringan internet dikhawatirkan terganggu.
Berharap Pasokan Listrik Stabil
Wakil Kepala Humas SMKN 1 Panjatan, Tomang Ade Prapanca, mengaku pihak sekolah hanya bisa berharap pasokan listrik tetap stabil selama proses seleksi berlangsung.
“Karena semua sistem sekarang online, kami berharap tidak ada pemadaman listrik. Sekolah juga belum memiliki genset. Kalau pun terjadi mati listrik, layanan masih bisa dilakukan melalui telepon seluler,” katanya, Senin (22/6/2026).
Selain persoalan listrik, sekolah juga berharap server SPMB yang dikelola Disdikpora DIY dapat berjalan lancar. Pasalnya, pada pelaksanaan tahun lalu sempat terjadi gangguan server yang menyebabkan proses pendaftaran tersendat.
Meski seluruh pendaftaran dilakukan secara daring, SMKN 1 Panjatan sendiri diketahui tetap membuka layanan pendampingan bagi calon siswa yang ingin mendaftar langsung di sekolah atau pun sekadar berkonsultasi terkait pemilihan jurusan. Belasan guru disiapkan sebagai petugas layanan untuk membantu para pendaftar.

Pada hari pertama ini, SPMB dibuka untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi. Antusiasme calon peserta didik terpantau cukup tinggi. Dari kuota sekitar 80 kursi yang disediakan untuk tiga jalur tersebut, sekitar 70 persen telah terisi pada hari pertama pendaftaran.
Secara keseluruhan, SMKN 1 Panjatan menyediakan 228 kursi siswa baru yang terbagi dalam lima program keahlian, yakni Teknik Kimia Industri, Analisis Pengujian Laboratorium, Farmasi Klinis dan Komunitas, Kuliner (Tata Boga), serta Tata Kecantikan Kulit dan Rambut.
Tomang mengatakan, secara umum mekanisme SPMB tahun ini tidak mengalami banyak perubahan dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi alur pendaftaran maupun pembagian kuota setiap jalur.
Namun, dari hasil pemantauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah calon siswa yang belum memahami tahapan pendaftaran. Beberapa di antaranya bahkan belum membuat akun dan token yang menjadi syarat utama mengikuti SPMB.
“Masih ada siswa yang datang tanpa membuat akun atau token. Kalau tahapan itu tidak dilakukan, mereka bisa kehilangan kesempatan masuk sekolah negeri,” ujarnya.
Selain persoalan administrasi, banyak calon peserta didik juga masih kebingungan menentukan jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Karena itu, layanan konsultasi di sekolah dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman mengenai masing-masing bidang keahlian yang tersedia.
Seleksi jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi dijadwalkan berlangsung hingga Selasa (23/6/2026), sedangkan jalur reguler atau domisili akan dibuka pada Rabu hingga Kamis mendatang.
Pihak sekolah berharap seluruh proses dapat berjalan lancar tanpa gangguan teknis, sehingga calon siswa dapat mengikuti tahapan SPMB dengan baik.

