Mabur.co – Ketua Umum PSSI yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, turut mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak menghujat para pemain dan pelatih timnas Indonesia, yang telah berjuang habis-habisan di lapangan, meski akhirnya tersingkir dari fase grup di turnamen Piala AFF 2026 beberapa waktu lalu.
Dalam keterangannya, mantan Presiden klub Inter Milan itu dengan tegas meminta agar para pemain dan pelatih dilindungi, dari serangan maupun hujatan-hujatan tertentu, akibat penampilan buruk mereka selama gelaran AFF 2026 lalu.
Terlebih, mereka juga manusia biasa, yang memiliki perasaan, dan juga keluarga masing-masing, serta telah berkorban untuk bangsa Indonesia.
“Saya memohon dengan hormat agar para pemain dan pelatih dilindungi. Jangan sampai jadi bangsa yang memecah belah diri kita sendiri. Pemain itu punya keluarga, punya perasaan. Mereka juga telah berkorban untuk nusa dan bangsa, begitu,” ungkap Erick Thohir, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube BOLASPORTCOM, Senin (10/8/2026).
Selalu Dukung Apa pun Hasilnya
Lebih lanjut, mantan Menteri BUMN ini juga berharap agar publik tetap mendukung perjuangan timnas di turnamen-turnamen selanjutnya. Karena hasil di lapangan bisa selalu berubah, namun dukungan dari 280 juta rakyat Indonesia adalah senjata yang sangat ampuh, untuk bisa membangkitkan semangat dan daya juang para pemain, pasca-menghadapi kegagalan di AFF lalu.
“Jadi untuk hal-hal yang seperti ini (hujatan ke pelatih dan pemain dan sebagainya), kita sebagai pecinta tim nasional Indonesia harus tetap mendukung apa pun hasil yang diraih. Baik itu menang atau pun kalah. Karena bagaimana pun, mereka telah berjuang dan memberikan yang terbaik di atas lapangan,” tambah pemilik klub Oxford United tersebut.
Dalam waktu dekat, timnas Indonesia berkesempatan untuk langsung membalaskan kegagalannya di ajang AFF lalu, dengan menjadi tuan rumah di turnamen baru garapan FIFA bernama FIFA ASEAN Cup 2026.
Untuk turnamen yang satu ini, pelatih timnas Indonesia, John Herdman, berpeluang memainkan seluruh pemain terbaiknya, termasuk yang berkarier di Eropa.
Mengingat turnamen ini masuk dalam kalender FIFA Matchday, sehingga seluruh klub diwajibkan melepas seluruh pemain terbaiknya, yang mendapat panggilan di tim nasionalnya masing-masing. (*)
