Mabur.co – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, kembali membela atasannya, yakni Presiden Prabowo Subianto, terkait ucapannya yang kontroversial bahwa “orang di desa nggak pakai Dolar”, imbas dari kenaikan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar akhir-akhir ini.
Menurut Purbaya, ucapan itu justru bertujuan untuk menghibur masyarakat di desa, agar tetap bisa survive di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti saat ini.
“Saya lihat kan konteks-nya (ngomongin) di pedesaan waktu itu. Apalagi kan itu juga acara peresmian Koperasi Desa (di Nganjuk). Itu (pernyataan Prabowo bahwa ‘orang desa nggak pakai Dolar) untuk menghibur rakyat aja sih.” ucap Purbaya, saat ditemui sejumlah awak media, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Harian Surya, Senin (18/5/2026).
Jangan Ditafsirkan Macam-macam
Purbaya pun meminta publik untuk tidak menafsirkan macam-macam terkait ucapan Prabowo tersebut, karena bagi Purbaya, Prabowo adalah orang yang paham dengan urusan ekonomi, dan mampu membaca pergerakan pasar dengan baik.
Itulah yang menyebabkan Prabowo kerap mondar-mandir ke luar negeri, bahkan mencapai 49 kali hanya dalam satu setengah tahun.
“Jangan ditafsirkan bahwa Presiden itu nggak ngerti Rupiah (ekonomi) sama sekali, lho. Dia (Prabowo) itu kan jago. Jadi nggak usah khawatir (dengan kondisi ekonomi nasional),” tambah Purbaya.
Selain berusaha melindungi Presiden terkait ucapannya yang dinilai kontroversial, Purbaya juga sejatinya sedang melindungi dirinya sendiri, sekaligus rakyat Indonesia secara keseluruhan.
Karena tentu saja Purbaya tetap ingin mengamankan posisi terhormatnya sebagai Menteri Keuangan (dengan segala risikonya), sekaligus memastikan rakyat Indonesia tidak menerima aksi-aksi represif dari aparat keamanan, entah itu dilaporkan ke polisi, diteror secara digital, disiram air keras, konten videonya di-take down, dan seterusnya. (*)




