Museum Dewantara Kirti Griya, Usung Arsitektur Indis, Saksi Perjuangan Ki Hadjar Dewantara

3 Min Read
Front of a single-story building with red-tiled roof and red‑white bunting, under a blue sky with leafy tree branches above.
Museum Dewantara Kirti Griya merupakan saksi bisu kehidupan dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan nasional Indonesia. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co- Museum Dewantara Kirti Griya merupakan saksi bisu kehidupan dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan nasional Indonesia.

Terletak di Jalan Tamansiswa No. 25, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, museum ini dulu adalah kediaman pribadi Ki Hadjar Dewantara. Bangunan ini mengusung gaya arsitektur indis, yakni perpaduan antara unsur Eropa dan Jawa, dan telah berdiri sejak 1915.

Museum room with dark wood display cabinets along the left, a round table with red-covered books in the center, and doorways on the right.
Ruang Kerja Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan nasional Indonesia. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Staf Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tamansiswa, Ki Agus Purwanto mengatakan, sebelum menjadi milik Ki Hadjar Dewantara, rumah ini dimiliki Mas Ajeng Ramsinah, seorang janda penguasa perkebunan Belanda.

“Kompleks ini terdiri dari sembilan ruangan, yaitu ruang tamu, kamar kerja, ruang tengah, kamar tidur keluarga, kamar tidur putri, kamar tidur Ki Hadjar Dewantara, emperan, kamar mandi, dan dapur,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Harga Bangunan 3.000 Gulden

Ki Agus Purwanto mengatakan, pada 14 Agustus 1934, bangunan ini dibeli oleh Ki Hadjar Dewantara bersama Ki Sudarminto dan Ki Supratolo dengan harga 3.000 gulden. Kemudian, pada 18 Agustus 1951, rumah tersebut dihibahkan kepada Yayasan Persatuan Tamansiswa.

“Gagasan untuk menjadikan rumah ini sebagai museum muncul dari Ki Hadjar Dewantara sendiri dalam rapat Pamong Tamansiswa tahun 1958,” ucapnya.

Ki Agus Purwanto mengatakan, museum tersebut menyimpan lebih dari 3.000 koleksi peninggalan berharga Ki Hadjar Dewantara, yang menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi generasi masa kini.

Beberapa koleksi utama antara lain, koleksi mencakup surat penangkapan Tiga Serangkai (Ki Hadjar Dewantara, Douwes Dekker,  Cipto Mangunkusumo) tahun 1931.

Di dalam museum, terdapat beberapa perlengkapan rumah tangga yang ada sejak bangunan tersebut ditempati oleh Ki Hajar Dewantara.

Perabotan tersebut di antaranya tempat tidur, meja tulis, meja kursi tamu, pesawat telepon buatan Kellog 1927 Swedia, dan sebagainya.

Museum room with a bed under a white canopy, a life-size man cutout, and a green exhibit sign on a brown door.
Ruang Tidur Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan nasional Indonesia. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Ki Agus mengatakan pula, dahulu museum tersebut diberi nama Dewantara Memorial. Pada tanggal 2 Mei 1970, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, museum diresmikan dan dapat dinikmati oleh khalayak umum, oleh Nyi Hadjar Dewantara.

Pada peresmian ini, museum diberi nama Dewantara Kirti Griya yang dicetuskan oleh Hadiwijana, seorang ahli bahasa Jawa.

“Dewantara Kirti Griya memiliki makna yang menarik yakni Dewantara diambil dari nama Ki Hadjar Dewantara, Kirti yang berarti pekerjaan, dan Griya yang berarti rumah. Dari sinilah dapat disimpulkan bahwa Museum Dewantara Kirti Griya memiliki makna rumah yang berisi hasil kerja Ki Hadjar Dewantara,” ucapnya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar