Tenaga Ahli KSP: Prabowo Sangat Bersedia Dikritik, Tapi Ada Batasannya - Mabur.co

Tenaga Ahli KSP: Prabowo Sangat Bersedia Dikritik, Tapi Ada Batasannya

Mabur.co – Pihak istana akhirnya buka suara terkait isu pemakzulan Presiden Prabowo di luar konstitusi, yang diserukan oleh pengamat Saiful Mujani beberapa waktu lalu.

Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Anthony Winza Prabowo, negara memang menjamin kebebasan berpendapat bagi setiap warga negara, termasuk berpendapat mengenai kinerja Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia.

Akan tetapi, negara juga ikut menjamin hak asasi warga negara lainnya yang merasa terancam, akibat menerima ujaran tertentu yang membuat situasi menjadi tidak aman, dan seterusnya.

“Ketika ada seseorang yang melakukan suatu statement, lalu menciderai hak asasi manusia orang lain, atau membuat dirinya merasa tidak aman dan lain-lain, maka ada hak asasi manusia yaitu hak atas rasa aman, yang harus dilindungi juga oleh negara,” ungkap Anthony, dalam program Prime Plus, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube CNN Indonesia, Selasa (14/4/2026).

Anthony pun membantah dugaan dari banyak pihak, termasuk para pengamat, bahwa Prabowo adalah sosok presiden yang tidak bersedia dikritik oleh rakyatnya.

Menurut Anthony, Prabowo adalah orang yang sangat mau untuk dikritik, termasuk dikritik oleh rakyat Indonesia. Karena bagi Prabowo, kritik adalah sebuah “vitamin” bagi kelangsungan demokrasi.

“(Mengkritik presiden Prabowo) Itu boleh banget. Pak presiden merasa kritik adalah vitamin bagi kelangsungan negara demokrasi. Boleh kritik sekencang-kencangnya kepada presiden itu silakan. Tapi bukan artinya tidak ada batasan sama sekali,” tambah Anthony.

Anthony pun menganalogikan tugas Prabowo sebagai seorang presiden, dengan tugas seorang driver bus.

Dalam hal ini, Prabowo telah membawa armada penumpang sebanyak 280 juta orang. Di dalam bus tersebut, tentunya setiap penumpang berhak menyampaikan kritik kepada sopirnya (dalam hal ini kepada presiden Prabowo) ketika ada rute yang melenceng dan sebagainya.

Namun hendaknya, kritikan dari penumpang itu disampaikan dengan cara yang baik, dan tidak mengganggu konsentrasi sang sopir.

Karena jika kritik itu disampaikan secara membabi buta, dikhawatirkan sopir akan kehilangan kendali, dan akhirnya menabrak sesuatu yang ada di depannya. Sehingga yang rugi nantinya adalah penumpang (yang mengkritik) itu sendiri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *