Mabur.co – Di balik keindahan panorama alamnya yang memukau, Gunung Piramid di Kabupaten Bondowoso dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling ekstrem dan mematikan di Jawa Timur.
Meski hanya memiliki ketinggian sekitar 1.521 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung yang terletak di Desa Kretek, Kecamatan Taman Krocok, ini dikenal memiliki jalur berbahaya berupa punggungan sempit dengan jurang menganga di kedua sisinya.
Hal itulah yang membuat banyak pendaki profesional sekalipun akan berpikir dua kali sebelum menaklukkannya. Banyak pendaki bahkan menyebut Gunung Piramid memiliki tingkat kesulitan medan jauh lebih tinggi dibanding Gunung Raung yang dikenal sangat ekstrem.
“Gunung Piramid merupakan pendakian paling brutal yang pernah saya alami. Saya pernah ke Gunung Raung tapi tingkat kesulitannya tidak sesulit ini,” ujar salah seorang pendaki Rikas Harsa dalam vlognya di akun YouTube miliknya, dikutip mabur.co, Jumat (7/8/2026).

Dilansir dari berbagai sumber, jalur paling berbahaya menuju puncak Gunung Piramid dikenal dengan sebutan Punggung Naga. Jalur sepanjang sekitar 1,5 kilometer ini hanya memiliki lebar sekitar 30 hingga 60 sentimeter pada beberapa titik.
Selain memiliki karakter kontur yang tidak stabil dan kerap tertutup vegetasi, di sisi kanan dan kiri jalur ini juga terbentang jurang dengan kedalaman diperkirakan mencapai 150 hingga 200 meter.
Kondisi tersebut membuat setiap langkah harus dilakukan dengan penuh konsentrasi. Sedikit kehilangan keseimbangan dapat berakibat fatal, terlebih ketika angin bertiup cukup kencang di sepanjang punggungan yang terbuka tanpa banyak pepohonan.
Tidak hanya itu, medan menuju puncak juga didominasi tanjakan vertikal dengan kontur terjal berbatu dan tanah yang mudah longsor. Seusai hujan, jalur menjadi jauh lebih licin sehingga meningkatkan risiko terpeleset.
Belum lagi jika cuaca buruk tiba-tiba terjadi. Kabut tebal sering turun tanpa diduga sehingga membatasi jarak pandang. Dalam kondisi tersebut, medan sempit di sepanjang Punggung Naga menjadi jauh lebih berbahaya karena akan tertutup dari pandangan mata.

Pendakian sendiri biasa dimulai dari base camp di Desa Tegal Tengah. Pada awal perjalanan, pendaki akan melewati kawasan hutan yang relatif teduh.
Namun semakin mendekati puncak, jalur berubah drastis menjadi tanjakan curam yang di beberapa bagian nyaris menyerupai dinding dan hanya berupa jalan setapak sempit.
Karena tingkat kesulitannya yang tinggi, Gunung Piramid tidak direkomendasikan bagi pendaki pemula. Jalur ini lebih cocok bagi pendaki yang telah memiliki pengalaman menghadapi medan ekstrem, kondisi fisik yang prima, serta memahami prosedur keselamatan selama pendakian.
Meski penuh risiko, keindahan yang tersaji dari puncak menjadi alasan banyak pendaki tetap datang. Dari atas Gunung Piramid, hamparan pegunungan Bondowoso terlihat begitu luas. Gunung Raung, Pegunungan Ijen, hingga bentangan hutan hijau dapat dinikmati dari ketinggian.
Di sepanjang jalur pendakian, pendaki juga dapat menjumpai berbagai vegetasi pegunungan serta satwa liar seperti burung elang dan lutung Jawa. Selain itu, masyarakat sekitar masih menyimpan berbagai cerita rakyat yang menambah daya tarik Gunung Piramid sebagai destinasi wisata alam.
Namun di balik pesonanya, Gunung Piramid tetap dikenal sebagai gunung yang menuntut kewaspadaan tinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan pendaki. Sehingga gunung ini belum dijadikan sebagai daya tarik wisata resmi oleh pemerintah setempat.
