Mabur.co- Dunia sepak bola DIY berduka. Salah satu legenda sepak bola yang sempat bermain untuk PSS Sleman dan PSIM Jogja, Markus Fajar Listyantara, meninggal dunia.
Kepergian sosok yang dikenal atas dedikasinya untuk sepak bola Sleman itu memunculkan gelombang belasungkawa dari masyarakat dan pencinta sepak bola di DIY.
Lahir dan ditempa dari klub lokal PS Kalasan, bakat Fajar membawanya menembus kasta tertinggi. Ia tercatat sebagai satu dari sedikit pemain yang dihormati oleh dua kutub sepak bola DIY karena pernah membela PSS Sleman dan PSIM Jogja.
Kiprahnya tak berhenti di tingkat daerah, ia juga pernah berseragam PPSM Magelang hingga mendapat panggilan kehormatan membela Timnas U-23 Indonesia.
Gagal Ginjal
Fajar telah berjuang melawan penyakit ginjal yang mengharuskannya menjalani hemodialisis atau cuci darah secara rutin.
Kondisi tersebut membuatnya menepi dari aktivitas sebagai pelatih SSB Potorono U-15. Selama kurang lebih lima bulan terakhir, sosok yang dikenal memiliki spesialisasi lemparan ke dalam jarak jauh itu harus bolak-balik menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisi kesehatannya.
Representatif Eksekutif PSS, Vita Subiyakti, menuturkan, pihak manajemen menyatakan rasa kehilangan atas kepergian sosok yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi sejarah klub.
“Manajemen PSS Sleman menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Markus Fajar Listyantara, salah satu putra terbaik Sleman yang pernah menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah PSS Sleman,” katanya ditemui di rumah duka Glondong, RT 001 RW 001, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Sabtu (25/7/2026).
Vita menuturkan, rekam jejak pengabdian almarhum akan terus dikenang oleh publik sepak bola Sleman.
“Jejak pengabdian beliau akan selalu menjadi bagian dari sejarah PSS Sleman dan inspirasi bagi generasi penerus,” ujarnya.
Mantan rekan setim Fajar di PSS Sleman, Muhammad Anshori atau yang akrab disapa Bagong, mengatakan, mengenal Fajar sejak akhir 1990-an.
“Kita berdua sempat bermain bersama sejak level usia muda hingga memperkuat tim senior PSS Sleman selama sekitar lima hingga enam musim. Fajar orangnya periang, sama teman juga suka bercanda. Meski sama-sama telah pensiun sebagai pesepak bola profesional, komunikasi di antara para pemain generasi tersebut tetap terjalin. Saya baru mengetahui kondisi kesehatan Fajar setelah rekan-rekannya menggelar laga amal untuk membantu biaya pengobatan akibat gagal ginjal yang diderita mantan bek tersebut,” katanya.
Penghormatan Khusus Bupati Sleman
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memberikan penghormatan khusus kepada almarhum yang dinilai telah mengharumkan nama daerah di pentas olahraga nasional.
“Hari ini, lapangan hijau dan seluruh masyarakat Sleman diselimuti duka yang mendalam. Kita melepas salah satu putra terbaik, Markus Fajar Listyantara. Sosok legenda yang pernah mendedikasikan hidup, tenaga, dan cintanya untuk mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menuturkan, selamat jalan legenda.
“Namamu akan terkenang dalam ingatan warga Kabupaten Sleman, terlebih pecinta sepak bola Kabupaten Sleman. Semoga Tuhan memberikan penghiburan dan damai sejahtera yang melampaui segala akal, surga tempat terbaikmu,” ucapnya. ***
