Mabur.co- Langit Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, dipenuhi warna-warni layang-layang dari berbagai penjuru dunia di ajang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 yang mengusung tema “Melayang Bersama Keluarga Mewujudkan Generasi Emas yang Bertradisi, Berbudaya, dan Berinovasi”. Acara yang juga terwujud sebagai kolaborasi budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarijiyanto, mengatakan, Jogja International Kite Festival 2026 menghadirkan 32 klub layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia serta delegasi dari 17 negara, di antaranya Amerika Serikat, India, Vietnam, Tiongkok, Lithuania, Brazil, Haiti, Lebanon, Jerman, Tunisia, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.
“Layang-layang bukan hanya sekadar permainan atau perlombaan, melainkan media yang mampu menyatukan berbagai bangsa dalam semangat persahabatan,” katanya, Minggu (12/7/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi mengatakan, JIKF merupakan ruang perjumpaan budaya yang memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi budaya bertaraf internasional.
“Festival ini menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya, warna, bentuk, dan imajinasi yang bergerak mengikuti arah angin,” katanya.

Imam mengatakan, penyelenggaraan festival budaya berskala internasional seperti JIKF menjadi salah satu upaya memperkuat promosi pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta memperluas jejaring kerja sama budaya di tingkat global.
“Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung disuguhi beragam kegiatan mulai dari OLLANESIA (Olimpiade Layang-layang Pelajar Indonesia), lomba mewarnai, pertunjukan layang-layang internasional, pameran UMKM, hingga Night Flying Kite Show yang menjadi salah satu atraksi unggulan festival,” katanya. ***

