Mabur.co – Sejak diresmikan akhir 2025 lalu, Jembatan Kabanaran yang terletak di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kulon Progo telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di kawasan Yogya bagian selatan.
Hampir setiap pagi dan sore hari kawasan yang dulu disebut Jembatan Pandansimo ini selalu ramai oleh aktivitas masyarakat. Baik untuk sekadar bersantai, berolahraga, atau pun menikmati kuliner yang ada.
Tak hanya itu, kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini juga kerap digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai acara. Bahkan, belum lama ini, penyelenggaraan Festival Layang-layang Jogja International Kite Festival juga digelar di kawasan ini.
Sampah Dibuang Sembarangan
Sayangnya, meski telah menjadi ikon wisata baru di Kulon Progo, tak sedikit masyarakat yang masih banyak membuang sampah sembarangan di kawasan ini. Hal itu terlihat dari banyaknya sampah plastik berupa bungkus makanan dan minuman instan yang berserakan di sekitar area jembatan.
Guna mengatasi persoalan tersebut, ratusan warga masyarakat sekitar dibantu jajaran unsur pemerintah dan lembaga di Kabupaten Kulon Progo pun melakukan kerja bakti massal untuk membersihkan sampah-sampah tersebut.
Melalui Gerakan Kulon Progo ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), sejumlah unsur pemerintah mulai dari personel TNI, Polri, Bawaslu, Rumah Tahanan Negara (Rutan), Satpol PP, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut terlibat mengatasi persoalan sampah tersebut.
Dengan mengajak masyarakat sekitar khususnya pelaku UMKM yang berjualan di kawasan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dapat semakin meningkat.

Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kulon Progo, Agung Kurniawan, mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan sebagai wujud gotong-royong sekaligus mewujudkan ruang publik yang nyaman, aman, bersih, indah, dan sehat bagi masyarakat.
“Kita berharap kerja bakti kebersihan ini menjadi gerakan bersama masyarakat. Kalau sudah menjadi budaya, maka ruang-ruang publik akan menjadi tempat yang nyaman, aman, bersih, indah, dan sehat,” katanya, Jumat (10/7/2026).
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Kulon Progo, Duana Heru Supriyanta, mengaku masih menemukan banyak sampah plastik yang dibuang sembarangan ke saluran irigasi di sekitar Jembatan Kabanaran. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat aliran air dan berdampak pada lahan pertanian warga.
Ia juga mengingatkan para pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan tersebut agar dapat senantiasa ikut dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga dapat menarik lebih banyak pengunjung.
“Kalau ingin dagangannya ramai, lingkungannya juga harus bersih, sehat, dan tertata. Suasana yang nyaman akan membuat orang betah datang dan kembali lagi,” ujarnya.
Harapan Warga Jaga Kebersihan
Salah seorang warga, Ahmad, mengaku mendukung kegiatan semacam ini, ia berharap kegiatan semacam ini dapat dilakukan secara rutin sehingga kondisi di sekitar kawasan Jembatan Kabanaran dapat terus terjaga kebersihannya.
Ia juga berharap agar pemerintah dapat memperbanyak penyediaan fasilitas tempat sampah sehingga masyarakat khususnya wisatawan dapat dengan mudah membuang sampah pada tempatnya.
“Kalau bisa jumlah tempat sampah diperbanyak. Sehingga masyarakat tidak bingung mau buang sampah di mana. Karena saat ini tempat sampah di sini masih minim,” katanya. ***

