Wisata Alam Gua Maria Sendangsono, Patung Bunda Maria dari Ratu Spanyol

4 Min Read
Cluster of traditional-style buildings with red-tiled roofs beside a stone stairway and a shallow canal in a shaded temple complex
Gua Maria Sendangsono adalah tempat peribadatan dan sekaligus untuk berdoa. Karena suasana yang begitu asri dibalut pepohonan, banyak yang mengunjunginya dengan alasan mencari udara segar.(Foto: Keskupan Agung Semarang)

Mabur.co– Yogyakarta yang menyimpan potensi wisata alam memang selalu menarik dikunjungi. Namun bukan hanya keindahan saja yang Anda dapatkan selama di sini, melainkan juga sejarah dan situs wisata religi.

Gua Maria Sendangsono adalah salah satunya yang dapat dikunjungi di Kulon Progo. Bukan hanya untuk umat Katolik, tetapi juga untuk wisatawan umum.

Pada dasarnya, ini adalah tempat peribadatan dan sekaligus untuk berdoa. Karena suasana yang begitu asri dibalut pepohonan, banyak yang mengunjunginya dengan alasan mencari udara segar.

Suasana Damai

Suasana yang tenang dan damai membuat objek wisata religi di Jogja ini cocok dijadikan lokasi retreat atau mengasingkan diri dari kesibukan duniawi.

Sendangsono adalah tempat ziarah Goa Maria yang terletak di Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Gua Maria Sendangsono dikelola oleh Paroki St. Maria Lourdes.

Tempat ini ramai dikunjungi peziarah dari seluruh Indonesia. Selain berdoa, pada umumnya para peziarah mengambil air dari sumber. Mereka percaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan penyakit.

Sendangsono awalnya merupakan tempat pemberhentian (istirahat sejenak) para pejalan kaki dari Kecamatan Borobudur Magelang ke Kecamatan Boro (Kulon Progo), atau sebaliknya. Tempat itu banyak dikunjungi karena keberadaan sendang (mata air) yang muncul di antara dua pohon sono.

Kesejukan dan kenyamanan tempat itu ternyata juga dimanfaatkan untuk bertapa oleh sejumlah rohaniwan Buddha dalam rangka menyucikan dan menyepikan diri.

Nilai spiritualistik muncul dan menguat seiring dengan adanya kepercayaan yang didasarkan pada suatu legenda bahwa tempat itu juga dihuni Dewi Lantamsari dan putra tunggalnya, Den Baguse Samija.

Dari situ bisa dilihat bahwa sebenarnya nilai rohani Sendangsono sudah terbangun sebelum Gereja Katolik berkarya di tempat itu.

Dilansir akun Instagram @katolik.indo.heritage menyatakan, Kompleks Sendangsono ditata seperti rumah tradisional Jawa: ada pelataran depan, ruang tengah, dan ruang belakang yang masing-masing punya fungsi spiritual.

Bangunan-bangunan itu menyatu dengan alam, mengikuti kontur tanah, dinaungi pohon rindang, dan banyak ornamen menyolok semuanya, mendukung pengalaman batin yang mendalam.

“Pada 14 Desember 1904 silam Romo Van Lith membaptis 171 warga setempat dengan air dari kedua pohon sono, termasuk Barnabas sebagai katekumen pertama. 25 tahun kemudian, tepatnya 8 Desember 1929, Sendangsono dinyatakan resmi menjadi tempat penziarahan oleh Romo JB Prennthaler SJ,” dilansir Jumat (5/6/2026).

Patung Bunda Maria dari Ratu Spanyol

Patung Bunda Maria di Sendangsono dipersembahkan oleh Ratu Spanyol yang begitu susahnya diangkat beramai-ramai naik dari bawah Desa Sentolo oleh umat Kalibawang.

Pada 1945 Pemuda Katolik Indonesia berkesempatan berziarah ke Lourdes, dari sana mereka membawa batu tempat penampakan Bunda Maria untuk ditanamkan di bawah kaki Bunda Maria Sendangsono sebagai reliqui sehingga Sendangsono disebut Gua Maria Lourdes Sendang Sono.

Sendangsono dibangun secara bertahap sejak tahun 1974 hanya dengan mengandalkan sumbangan umat. Budayawan dan rohaniwan YB Mangunwijaya memberikan sentuhan arsitektur.

Konsep pembangunan kompleks Sendangsono ini bernuansa Jawa yang ramah lingkungan. Bahan bangunannya memanfaatkan hasil alam.

Tahun 1991, kompleks bangunan Sendangsono mendapat penghargaan arsitektur terbaik dari ikatan arsitek Indonesia, untuk kategori kelompok bangunan khusus.

Pada 17 Oktober 2004, diadakan suatu prosesi dan misa ekaristi kudus pada pukul 10.00 WIB oleh Mgr Ignatius Suharyo Pr untuk memperingati 100 tahun Sendangsono.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment