Inovasi Layar Digi, Perluas Akses Penguatan Ekosistem Perfilman - Mabur.co

Inovasi Layar Digi, Perluas Akses Penguatan Ekosistem Perfilman

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan kunjungan ke fasilitas Layar Digi di kawasan Gading Serpong, Tangerang.

Dalam rilis yang diterima mabur.co, Jumat (6/3/2026), dijelaskan Layar Digi merupakan konsep micro cinema berbasis digital yang dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman menonton film secara lebih dekat dan terjangkau bagi masyarakat, termasuk di wilayah yang belum memiliki bioskop konvensional.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon (dua dari kiri) bersama Komunitas Layar Digi. Foto: Kemenkebud

Konsep ini dirancang sebagai solusi atas keterbatasan jumlah layar bioskop di Indonesia, sekaligus memperluas akses distribusi film nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan bersama para undangan turut menyaksikan demo screening teaser film animasi Knight Kris guna merasakan secara langsung sensasi menonton di fasilitas Layar Digi.

Pemutaran tersebut menjadi gambaran awal pengalaman visual dan kualitas tayangan yang ditawarkan dalam format micro cinema.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dihadirkan Layar Digi sebagai langkah konkret menjawab tantangan kekurangan layar di Indonesia.

Ia menilai, kebutuhan layar nasional yang belum terpenuhi berdampak pada terbatasnya ruang tayang bagi film-film Indonesia, khususnya di daerah.

“Inovasi luar biasa dengan cara berpikir yang out of the box untuk menyediakan atau menjawab tantangan yang kita hadapi yaitu kekurangan layar. Ini mengisi ruang-ruang kosong yang masih ada karena belum adanya bioskop di daerah-daerah, dan membuka banyak kesempatan bagi masyarakat untuk menonton film di bioskop,” ujarnya.

Menurutnya, industri film Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik, dengan pangsa pasar domestik yang kuat.

Namun demikian, penguatan ekosistem tetap diperlukan, terutama dalam menjaga keseimbangan distribusi, regulasi windowing, serta keberlanjutan minat masyarakat untuk datang ke bioskop.

“Layar Digi ini bisa hadir sampai kecamatan, bahkan ke daerah-daerah yang belum memiliki bioskop, ini luar biasa sekali. Peluangnya besar dan ini akan membantu kebudayaan sekaligus mendorong ekonomi kreatif di hilir. Ekosistemnya perlu kita jaga agar masyarakat tetap datang ke bioskop,” lanjut Menteri Kebudayaan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa kehadiran Layar Digi memiliki momentum yang tepat di tengah meningkatnya produksi dan kualitas film nasional.

Ia menilai, permintaan terhadap akses layar semakin tinggi, sementara tidak semua kabupaten dan kota memiliki fasilitas bioskop.

Dirinya menambahkan bahwa banyak pemerintah daerah yang menyampaikan harapan agar akses layar dapat diperluas di wilayahnya masing-masing.

“Kalau ini difokuskan, tidak akan lama ini akan menjadi jaringan bioskop salah satu terbesar di Indonesia,” tegas Teuku Riefky. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *