Mabur.co- Minggu sore, 8 Maret 2026, sebuah keputusan amat penting lahir dari balik dinding kediaman presiden di Hambalang.
Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri terkait dalam sebuah rapat terbatas (Ratas) yang secara khusus membedah peta jalan pendidikan tinggi nasional.
Fokus utamanya dalam rapat terbatas ini, membangun 10 kampus baru yang berpusat pada bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), serta pendidikan kedokteran, sekaligus menggenjot mutu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah ada agar mampu bertarung di kancah global.
“Agenda ini menjadi penanda awal dari kebangkitan sumber daya manusia dalam menyokong kemandirian bangsa,”ujar Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet, dilansir Senin (9/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Keputusan Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus baru yang berfokus pada bidang STEM serta peningkatan standar kualitas PTN merupakan respons konkret terhadap tantangan defisit tenaga ahli teknologi di pasar kerja domestik.
”Melalui rapat terbatas pada 8 Maret 2026, pemerintah mengisyaratkan bahwa masa depan pendidikan tinggi Indonesia akan didominasi oleh riset terapan dan digitalisasi industri guna menekan ketergantungan pada keahlian asing. Namun, ambisi besar ini menuntut sinkronisasi anggaran yang masif serta revitalisasi PTN yang sudah ada agar tidak terjadi ketimpangan standar lulusan antara kampus baru dan institusi lama,” ujar Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. ***



