Mabur.co – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI akhirnya berhasil mengevakuasi puluhan warga negara Indonesia (WNI) di Iran pada awal pekan ini.
Hal itu ditandai dengan tibanya 22 WNI asal Iran di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (10/3).
Evakuasi WNI ini baru bisa dilakukan Kemenlu RI di hari ke 12 pasca-pecahnya perang antara Iran-Israel- Amerika Serikat, sejak 28 Februari 2026, lalu.
Tiba dengan menumpang pesawat Turkish Airlines, mayoritas WNI yang dipulangkan merupakan pelajar yang menempuh pendidikan di Iran, sementara sebagian lainnya adalah pekerja.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, kedatangan 22 orang ini merupakan gelombang pertama proses repatriasi WNI dari Iran.
“Hari ini gelombang pertama ada 22 WNI yang tiba di Indonesia. Besok ada 10 orang lagi pada gelombang kedua,” kata Sugiono sebagaimana dikutip CNN, Selasa (10/3).
Sugiono memperkirakan, jumlah WNI yang akan kembali ke Indonesia berpotensi bertambah. Karena itu pihaknya melalui perwakilan diplomatik di Iran akan memfasilitasi setiap proses pemulangan bagi WNI.
“Jika ada warga Indonesia yang ingin direpatriasi, Kedutaan Besar RI khususnya di Teheran akan segera memproses dan memfasilitasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pemulangan WNI dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain kondisi keamanan, kebijakan otoritas setempat, jalur evakuasi, hingga ketersediaan wilayah udara yang aman bagi perjalanan.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu proses evakuasi, termasuk koordinasi di jalur darat hingga para WNI dapat tiba di Indonesia dengan selamat,” katanya.
Sementara salah satu WNI, Zulfan Lindan, menceritakan proses evakuasi di tengah gempuran bom dari Amerika Serikat dan Israel saat berada di gedung KBRI di Teheran, Iran.
“Kami pertama dua hari sebelum berangkat menerima surat undangan dari KBRI Teheran, barang siapa yang siap dievakuasi mengisi form dan banyak yang tidak mengisi. Jadi pertama sekali 22 orang mengisi langsung diberangkatkan,” ujarnya.
“Situasinya saat itu rudal-rudal Amerika dan Israel, melintas di atas KBRI dan beberapa meledak tak jauh dari lokasi KBRI sehingga kaca-kaca bergetar, kami langsung dievakuasi ke basement,” cerita Zulfan.
Sebanyak 22 WNI gelombang pertama itu kemudian diberangkatkan ke perbatasan Iran, dan melewati imigrasi Baku, Azerbaijan , lalu ditempatkan di salah satu hotel bintang 4 sebelum diterbangkan ke Tanah Air. ***



