Piala Dunia Tinggal Menghitung Hari, Nasib Iran Masih Tak Kunjung Pasti

3 Min Read
Iran saat menghadapi Amerika Serikat di fase grup B Piala Dunia 2022 Qatar. (Foto: people.com)

Mabur.co – Perhelatan Piala Dunia 2026 akan segera dimulai pada 11 Juni 2026 mendatang, atau sekitar 15 hari lagi.

Namun, pelaksanaan turnamen empat tahunan ini masih menyimpan tanda tanya besar dari salah satu peserta, Iran.

Sebagai salah satu negara terdampak dari konflik geopolitik yang melibatkan salah satu tuan rumah, Amerika Serikat (AS), dan juga Israel, partisipasi Iran di turnamen ini masih diragukan hingga saat ini.

Awalnya Iran sempat menyatakan mundur dari turnamen ini, melalui pernyataan yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Iran, Ahmed Donyamali, pada pertengahan Maret lalu.

Ia menganggap bahwa situasi konflik di negaranya tak kunjung mengalami perbaikan, sehingga membuat pihaknya harus segera membuat keputusan (apakah bersedia tampil di Piala Dunia 2026 atau tidak), dan lebih mengutamakan keselamatan atlet-atlet mereka, terlebih ketika turnamen tersebut (Piala Dunia) digelar di salah satu negara yang sedang berkonflik dengan Iran, yakni Amerika Serikat.

Namun selang beberapa waktu kemudian, Presiden FIFA asal Italia, Gianni Infantino, sempat mengunjungi markas latihan Iran di Turki pada jeda internasional akhir Maret lalu, dan menegaskan bahwa mereka tetap dijamin keamanan dan keselamatannya selama turnamen berlangsung, sekalipun mereka akan bertanding di negara yang menjadi pemicu konflik yaitu AS.

Gianni juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersiapkan rencana cadangan (Plan B) atau semacamnya, untuk menggantikan Iran dan seterusnya.

Sesuai Rencana

Semua tetap sesuai rencana awal dan Iran akan tetap berpartisipasi di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, di mana seluruh pertandingan akan dimainkan di AS.

Meski sudah dijamin keamanannya oleh FIFA, skuad berjuluk Team Melli tersebut masih merasa ada ancaman serius yang mengintai mereka, apabila rencana semula tetap dieksekusi sebagaimana mestinya.

Mereka pun mulai berpikir untuk memindahkan lokasi pemusatan latihan sekaligus tempat tinggal mereka selama Piala Dunia berlangsung, ke negara tuan rumah lainnya, yakni Meksiko.

Mengetahui rencana tersebut, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut, dan mempersilakan Mehdi Taremi dan kawan-kawan untuk menetap di negaranya selama pelaksanaan Piala Dunia 2026.

‘Ya, tidak ada masalah. Kami tidak ada persoalan soal itu (jika timnas Iran bermarkas di wilayah Meksiko),” kata Sheinbaum, sebagaimana dikutip dari laman Viva.co.id dan The Independent, Selasa (26/5/2026).

Meski demikian, terkait jadwal dan lokasi pertandingan, Sheinbaum menegaskan bahwa Iran tetap akan bertanding di AS, dalam tiga laga di Grup G tersebut.

“Meski bermarkas di Meksiko, kami tetap meminta Iran menghormati jadwal yang telah disepakati sebelumnya, sehingga mereka akan tetap menjalani tiga pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat,” tambah Sheinbaum.

Sesuai jadwal yang telah dirilis pada Desember 2025 lalu, Iran dijadwalkan akan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni di Inglewood, California.

Setelah itu Iran akan berhadapan dengan Belgia pada 21 Juni, dan pertandingan terakhir melawan Mesir pada 26 Juni. Kedua pertandingan ini sama-sama berlangsung di Seattle, Washington DC. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment