Mabur.co – Situasi demokrasi yang sedang “tidak baik-baik saja” belakangan ini, telah memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang kerap mengkritisi program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saking kerasnya kritikan Tiyo, ia sampai mendapat berbagai macam teror dari banyak pihak, yang kemudian meluas ke keluarganya, serta anggota BEM UGM lainnya, yang ikut bersuara terkait situasi demokrasi di Indonesia saat ini.
Namun menurut Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi, ia justru bangga ada sosok anak bangsa yang begitu kritis dan peduli seperti Tiyo, karena sudah lama Indonesia tidak memiliki sosok yang begitu kritis sekaligus peduli terhadap perkembangan bangsa ini.
“Saya justru bangga ada anak bangsa seperti Ardianto ini, yang di era hedonisme dan FOMO media sosial seperti saat ini, masih bisa bersikap kritis terhadap situasi kebangsaan hari ini,” ucap Ahmad Shidqi saat ditemui dalam acara Ngasah Roso, yang berlangsung di kantor KPU DIY, Rabu (11/3/2026).
Lebih lanjut, Shidqi juga kagum dengan keberanian Tiyo dalam mengungkapkan setiap argumennya, termasuk tidak segan-segan menyatakan “Presiden Bodoh”, “Maling Berkedok Gizi”, dan seterusnya.
“Pertama dia peduli terhadap kondisi bangsa ini, yang kedua dia juga berani. Ada banyak orang yang peduli, tapi nggak berani. Ada juga orang yang berani, tapi nggak paham (caranya menyampaikan argumen). Nah dia ini (Tiyo Ardianto) peduli, memahami, sekaligus berani. Itu yang membuat saya bangga,” tambah Shidqi.
Sebagai pihak yang secara tidak langsung ikut menentukan terbentuknya demokrasi yang begitu cacat seperti saat ini, Shidqi dan KPU DIY merasa butuh Tiyo-Tiyo lainnya di negeri ini, yang mampu dan berani bersuara tentang situasi kebangsaan di Indonesia, tanpa unsur kepentingan apapun. (*)



