Jangan pernah meremehkan kekuatan parodi yang baik. Apalagi jika yang dijadikan sasaran adalah lagu legendaris sekelas Love of My Life-nya Queen.
Lagu yang ditulis Freddie Mercury ini sejatinya adalah ratapan lembut yang mendayu tentang cinta yang telah pergi, dihanyutkan waktu dan mungkin juga salah paham.
Tapi apa jadinya jika lagu ini dijungkirbalikkan jadi ode penuh drama komikal domestik, berjudul Love of My Wife? Bukan lagi ratapan patah hati, melainkan semacam kronik romantik seorang suami yang hidup dalam dekapan cinta sekaligus cengkeraman instruksi harian istri tercinta.
“Love of my wife, you boss me every day…” Begitu kira-kira bait pembuka parodinya. Lengkap dengan nada lirih khas Queen, hanya saja lebih terasa seperti rengekan seorang suami yang baru saja disuruh buang sampah sambil disalahin karena tisu toilet kehabisan.
Di sini, cinta tidak menghilang seperti dalam versi Mercury, tapi justru makin menancap dalam – karena sudah digabung dengan tagihan belanja bulanan dan sisa lauk semalam.
Tentu saja ini bukan hanya soal kelucuan, tapi bentuk cinta level lanjut, di mana pasanganmu tahu titik lemahmu dan tetap tidak menyerah untuk membentukmu menjadi manusia yang bisa memasang selang galon dengan benar.
Parodi ini tidak menjatuhkan makna cinta, malah memperpanjang napasnya. Ini bukan cinta idealis ala remaja —ini cinta realistis, yang tahu kapan harus mencuci piring dulu sebelum tidur karena “besok pagi pasti mager”.
Bayangkan jika Brian May harus main gitar solo sambil menatap seorang suami yang lagi diam-diam makan mi instan jam 1 pagi, takut ketahuan karena udah janji diet bareng.
Atau Freddie menyanyikan, “Bring it back, bring it back… to the online cart, I forgot to check out,” karena si istri marah keranjang belanjaan Tokped-nya belum dibayar padahal udah diskon 7.7.
Ada kelembutan dalam kekonyolan ini. Karena ketika kamu sudah bisa menjadikan pasanganmu bahan parodi dengan cinta yang tetap utuh, itu artinya kalian sudah masuk fase dewasa dalam hubungan.
Cinta yang tidak lagi bergantung pada puisi, tapi pada siapa yang ingat nyalain magic com. Dan saat sang suami menyanyikan, “You will remember, when this has blown over… who took your paket Shopee dari satpam jam 3 sore waktu kamu zoom meeting,” di situlah cinta menemukan bentuknya yang paling manusiawi.
Jadi, kalau kamu dan pasangan sedang cari lagu untuk merayakan ulang tahun pernikahan atau sekadar pengingat kenapa kalian dulu saling memilih, jangan ragu putar Love of My Wife. Versi parodi ini adalah serenada dapur paling jujur yang bisa kamu nyanyikan dengan senyum geli dan pelukan erat.
Cinta bukan hanya tentang “you took my love away,” tapi juga tentang “you took the last tahu bulat, tapi I forgive you anyway.”
Karena di balik segala drama kecil rumah tangga, ternyata cinta itu bukan pergi. Cinta itu… nyuruh belanja tapi tetap masakin indomie saat hujan turun. ***



