Solo Arts and Culture Exhibition, Optimalisasi Ekosistem Warisan Budaya Dunia - Mabur.co

Solo Arts and Culture Exhibition, Optimalisasi Ekosistem Warisan Budaya Dunia

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan pembukaan kegiatan Solo Arts and Culture Exhibition, di Museum Keris Nusantara, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026). Mengambil tema “Jaga Budaya,” kegiatan eksibisi ini menjadi salah satu kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Keris Nasional 2026.

Dalam rilis yang diterima mabur.co, Minggu (19/4/2026), dijelaskan, Solo Arts and Culture Exhibition merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian budaya guna menghargai sejarah bangsa. Pameran ini menampilkan berbagai koleksi keris, lukisan, serta pertunjukan spesial.

Group of people in batik and formal clothing stand in a museum hall, gathered around an exhibit case in the foreground
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat meresmikan pembukaan Solo Arts and Culture Exhibition, di Museum Keris Nusantara, Solo, Sabtu (18/4/2026). Foto: Dok Kemenkebud

Menteri Fadli Zon menyambut baik penyelenggaraan Solo Art and Culture Exhibition sebagai
langkah penting dalam upaya pemajuan kebudayaan.

Terlebih lagi menurutnya kegiatan ini turut memberikan penguatan posisi keris sebagai warisan budaya dunia yang sudah diinkripsi oleh UNESCO.

“Keris adalah warisan budaya Indonesia, keris itu asli dari Indonesia, ini menjadi salah satu identitas. Di dalam keris terdapat banyak ekspresi budaya, mulai dari makna simbolik, filosofis yang ada di belakangnya, termasuk juga pencapaian artistiknya yang sangat tinggi,” jelas Menbud.

Menbud Fadli turut mengapresiasi pameran kali ini karena menampilkan koleksi para kolektor yang berlatar belakang bukan budaya, mulai dari TNI, Polri, dan hingga perbankan.

Menurutnya inilah yang diharapkan, yakni satu bentuk kolaborasi antara pemerintah, pusat, pemerintah provinsi, kota, dan juga swasta, komunitas, korporasi, serta para pejuang dan pegiat kebudayaan yang ada di Indonesia.

Menbud juga menggarisbawahi bahwa budaya Indonesia adalah budaya yang sangat kaya dan beragam, dan dalam kata yang kita populerkan, yakni mega-diversity.

Menbud menjelaskan jika Indonesia merupakan salah satu negara dengan peradaban tertua di dunia dengan bukti-bukti autentik yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah pusat peradaban awal dari manusia.

“Merupakan satu hal yang menurut saya harus menjadi fondasi jati diri, identitas, dan juga kebanggaan kita, bahwa kita ini bukan sekadar nation state, tapi civilizational state. Negara yang peradabannya sudah panjang dan mengalami berbagai akulturasi di berbagai tempat,” tutup Menteri Fadli Zon. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *