Mabur.co – Ketua Badan Tim Nasional (BTN) yang juga COO (Chief Operating Officer) Bhayangkara FC, Sumardji, turut menyayangkan aksi tendangan kungfu yang dilakukan oleh pemain timnas Indonesia U-20 yang juga striker Bhayangkara Pressisi Lampung FC, Fadly Alberto Hengga, dalam laga lanjutan Elite Pro Academy (EPA) saat menghadapi Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, akhir pekan lalu.
Sebagai salah satu orang yang sejak awal mengelola Bhayangkara Pressisi Lampung FC (karena Sumardji juga merupakan polisi aktif di lingkungan Polri, berpangkat Kombes Pol), ia mengaku kecewa sekaligus tidak habis pikir, bagaimana bisa pemain masa depan Bhayangkara serta tim nasional seperti itu bisa melakukan tindakan tidak terpuji semacam itu.
Meskipun Fadly Alberto merupakan salah satu pemain dari Bhayangkara FC, alias pemain yang berada dalam naungan Sumardji, namun ia menolak untuk membela pemainnya tersebut, akibat telah mencederai prinsip fair play sekaligus rule of the game, apalagi di usia muda.
“Tentu saya tidak akan membela pemain yang notabene melakukan sesuatu yang mencederai sesama pemain bola, sekaligus prinsip fair play (keadilan). Saya tidak akan mentolerir itu. Dan jujur saja, apapun keputusan Komdis (Komisi disiplin) (kepada Fadly Alberto) itu harus dilaksanakan,” ujar Sumardji, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Nusantara TV, Selasa (21/4/2026).
Sumardji pun meminta tim internal Bhayangkara FC untuk segera membuat laporan kronologis selengkapnya dari kejadian ini, agar perumusan masalah secara menyeluruh sekaligus solusinya bisa ditemukan sesegera mungkin, sehingga tidak menjadi berlarut-larut di ruang publik.
“Makanya saya seharian tadi pengin nyari dokumen video (terkait peristiwa tendangan kungfu ini secara keseluruhan), kebetulan kita sudah dapat, sehingga kita bisa menyimpulkan kronologisnya secara utuh,” tambah Sumardji.
Meskipun terang-terangan tidak akan membela pemainnya sendiri yang melakukan tindakan indisipliner, namun Sumardji juga menyarankan agar pemain Dewa United U-20 yang juga melakukan tendangan kungfu, untuk ikut diusut tuntas oleh Komdis maupun pihak-pihak terkait lainnya.
Sebab pemain Dewa United tersebut nyatanya tidak seviral Fadly Alberto, yang disinyalir karena dirinya bukan pemain timnas Indonesia U-20, dan lain sebagainya. (*)



