Mabur.co- Seperti yang diketahui, Papua merupakan pulau terbesar di Indonesia yang memiliki beragam tradisi dan kebudayaan. Hingga kini, Papua sudah menjadi enam provinsi yakni, Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Provinsi Papua Barat Daya.
Salah satunya adalah dalam tradisi kematian dalam Suku Dani di Lembah Baliem, Papua yang bernama ‘Iki Palek’. Bagi orang biasa, potong jari adalah hal yang terdengar mengerikan. Namun, potong jari memiliki arti yang mendalam bagi Suku Dani.
Dilansir dari akun Instagram Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud), Rabu (10/6/2026), ‘Iki Palek’ merupakan tradisi potong jari yang dilakukan masyarakat Suku Dani.
Sedih Kehilangan Anggota Keluarga
“Bagi masyarakat Suku Dani, Papua, tradisi potong jari ini dilakukan untuk menunjukkan rasa kesedihan mendalam akibat ditinggalkan oleh anggota keluarga,” tulis Kemdikbud di akun Instagramnya.
Jumlah jari yang dipotong menunjukkan berapa banyak keluarga mereka yang telah meninggal dunia. Rasa sakit kehilangan satu jari tersebut melambangkan bahwa sebuah kematian menjadi duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkannya.
“Tradisi ini sebagian besar dilakukan oleh kaum perempuan. Namun, kaum pria juga diperbolehkan melakukannya sebagai bentuk kesedihan,” ujarnya.
Bagi Suku Dani, jari mempunyai arti yang lebih dalam yakni simbol harmoni, kesatuan dan kekuatan dalam diri manusia ataupun sebuah keluarga. Karenanya, ketidakmampuan tangan untuk berfungsi dengan baik hanya dengan beberapa jari saja melambangkan kehampaan dan kekuatan keluarga yang semakin berkurang.
“Menurut mereka menangis saja tidak cukup untuk mengungkapkan kesedihan yang dirasakan. Rasa sakit dari memotong jari dianggap mewakili hati dan jiwa yang tercabik-cabik karena kehilangan,” terangnya.
Seiring perkembangan zaman, tradisi ‘Iki Palek’ kini sudah mulai menghilang akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan agama.
Meski begitu, di antara anggota Suku Dani masih bisa ditemui orang-orang tua yang telah kehilangan jari-jari sebagai bagian dari tradisi ‘Iki Palek’. Bahkan, ada yang kehilangan seluruh jarinya.

