Mengapa Prabowo Selalu Menyisipkan “Curhat” dalam Setiap Pidato?

2 Min Read
Two men speaking at a panel: left man seated with microphone, wearing black shirt with a small emblem; right man at podium in uniform, pointing and speaking.
Ustadz Felix Siauw (kiri) dan Presiden Prabowo Subianto (kanan) (Foto: istimewa)

Mabur.co – Ustaz Felix Siauw mengaku heran dengan gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto, yang dianggap selalu menyisipkan mode “curhat” (curahan hati) setiap berpidato kenegaraan dalam berbagai kesempatan.

Menurut Ustaz Felix, hal itu bisa jadi disebabkan karena faktor usia.

Seperti diketahui, Prabowo adalah Presiden kelahiran 17 Oktober 1951. Artinya pada tahun 2026 ini, Prabowo akan berusia 75 tahun, alias 3/4 abad.

Bagi Ustaz Felix, manusia pada rentang usia tersebut biasanya akan lebih cepat tersinggung, cenderung defensif (ketika dikritik), bahkan terancam sakit atau mengalami gangguan kesehatan, apabila terus menerima kritikan dari pihak-pihak tertentu, dan seterusnya.

“Saya pernah baca ada satu penelitian, semakin orang itu berumur, maka otak yang berkembang adalah bagian amigdala, yakni bagian otak yang merespons pada ancaman (salah satunya berupa kritik). Mungkin itu juga yang dialami oleh bapak ibu kita saat ini (yang sudah memasuki usia lansia),” kata Ustaz Felix Siauw dalam konten Jubir Rezim, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Tretan Universe, Sabtu (16/5/2026).

Dengan fenomena seperti itu, Ustaz Felix mengaku wajar ketika melihat Prabowo selalu menyisipkan “curhat” dalam setiap pidatonya. Karena memang ia merasa ada ancaman nyata yang sedang dihadapinya maupun pemerintahannya.

Namun ancaman itu kerap “dibungkus” Prabowo dengan narasi ancaman terhadap rakyat Indonesia, maupun kedaulatan negara secara keseluruhan.

“Jadi dia (orang-orang lansia seperti Prabowo) sering merasa bahwa setiap nasihat (kritik) itu sebagai ancaman, masukan jadi kayak hinaan, begitu. Itulah mungkin kenapa setiap kali dia pidato, pasti ada curhatnya. Padahal kita (rakyat) nggak butuh itu,” tambah Ustaz Felix.

Sayangnya, setiap curhatan Prabowo seringkali menjadi bulan-bulanan netizen maupun publik secara keseluruhan.

Pada akhirnya, jika pola komunikasi “curhat” (di tengah-tengah pidato) ini tidak segera dihentikan, akibatnya bisa fatal terhadap masa depan bangsa Indonesia, sekaligus masa depan Prabowo sendiri (sebagai Presiden RI). (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment