Mabur.co – Menerima sapi kurban bantuan Presiden, Warga Padukuhan Pereng, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, punya cara unik untuk membagikan daging kurban saat perayaan hari raya Iduladha.
Alih-alih menggunakan bungkus plastik, mereka justru memanfaatkan sarangan atau pembungkus tradisional yang dibuat dari anyaman daun kelapa untuk membagikan daging kurban pada seluruh warga.
Pembagian daging kurban dengan menggunakan pembungkus tradisional ini dilakukan sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus mengurangi penggunaan kantong plastik yang tidak ramah lingkungan.
Sebelum memulai proses penyembelihan, warga sendiri sejak pagi warga nampak sudah sibuk membuat sarangan di halaman Masjid setempat. Sarangan itu mereka buat secara manual menggunakan tangan.
Sarangan tersebut mereka buat dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Di antaranya daun kelapa sebagai pembungkus utama, daun jati sebagai alas, serta bilah bambu sebagai pengikatnya.
Ramah Lingkungan dan Irit
Selain dinilai lebih ramah lingkungan, penggunaan sarangan ini juga dianggap lebih hemat biaya di tengah semakin mahalnya harga plastik yang terus meningkat.
“Karena bahan-bahannya diambil dari lingkungan sekitar jadi lebih hemat biaya. Kalau pakai plastik kan sekarang mahal.,” ujar salah seorang warta Kuato.
Selain lebih hemat biaya, Sarangan juga dipilih sebagai pembungkus daging kurban karena dinilai lebih ramah lingkungan sehingga tidak mencemari lingkungan.
Terlebih saat ini penggunaan wadah tradisional semacam ini juga sudah semakin langka sehingga harus tetap dilestarikan agar tidak hilang begitu saja.
“Kalau dulu kan biasa digunakan untuk acara kenduri. Biasanya digunakan untuk membungkus nasi yang dibagikan. Kalau sekarang sudah sangat jarang. Jadi memang harus dilestarikan,” katanya.
Proses pembuatan sarangan sendiri dikatakan Kuato cukup sederhana dan mudah dilakukan. Yakni dengan cara dianyam. Ia bahkan mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga menit untuk membuat satu buah sarangan.
“Ukurannya bisa disesuaikan. Bisa dibuat kecil atau besar. Tergantung jumlah daging yang akan dibagikan. Biasanya satu sarangan bisa menampung sekitar satu sampai dua kilogram daging kurban,” katanya.
Penggunaan sarangan ini sendiri juga telah menjadi bagian program eco kurban yang digencarkan pemerintah dengan mendorong masyarakat menjalankan proses penyembelihan secara higienis dan memanfaatkan bahan-bahan ramah lingkungan.
Diharapkan dengan semakin banyaknya masyarakat memanfaatkan pembungkus alami seperti sarangan ini, penggunaan pembungkus plastik yang berpotensi mencemari lingkungan dapat diminimalisir.

