Tanamkan Budaya Hidup Bersih, Ratusan Pelajar Gelar Kerja Bakti di Lingkungan Sekolah

3 Min Read
Public gate with arch reading 'Yogyakarta' and workers sweeping the sidewalk outside the entrance.
Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Yogyakarta secara serentak melakukan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah dan kawasan Jalan Cik Di Tiro dalam kegiatan bertajuk Gerakan Reresik Sekolah. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co- Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Yogyakarta secara serentak melakukan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah dan kawasan Jalan Cik Di Tiro dalam kegiatan bertajuk Gerakan Reresik Sekolah, Jumat (17/7/2026).

Aksi ini bertujuan untuk menanamkan budaya hidup bersih sekaligus membentuk karakter generasi muda melalui aksi nyata menjaga lingkungan.

Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, mengatakan, Gerakan Reresik Sekolah merupakan bagian dari upaya memperkuat Gerakan Jogja Berhati Nyaman sekaligus mendukung Gerakan Indonesia Asri di lingkungan satuan pendidikan.

Budaya Bersih Perlu Dimulai dari Lingkungan Sekolah

Pembentukan budaya bersih perlu dimulai dari lingkungan sekolah karena sekolah menjadi tempat yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik.

“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai upaya memperkuat Gerakan Jogja Berhati Nyaman sekaligus mendukung Gerakan Indonesia Asri melalui keterlibatan aktif pelajar dan pemuda. Kami berharap semangat menjaga kebersihan lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Agus menjelaskan, selain aksi kebersihan lingkungan, kegiatan pada hari ini turut dirangkai dengan pembukaan Jambore Pemuda Daerah, Gelar Pelajar Pemuda, serta penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Kota Yogyakarta.

“Dengan melibatkan seluruh jenjang pendidikan, diharapkan semangat menjaga kebersihan dapat ditanamkan sejak usia dini hingga remaja sehingga menjadi budaya yang berkelanjutan,” katanya.

Salah seorang peserta, Alvin, siswa kelas XII SMA Negeri 9 Yogyakarta, mengaku antusias mengikuti Gerakan Reresik Sekolah.

Menumbuhkan Kesadaran Pelajar Peduli Kebersihan Lingkungan

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang bermanfaat sekaligus menumbuhkan kesadaran para pelajar untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Saya sangat mendukung kegiatan bersih-bersih seperti ini karena menurut saya sangat positif. Selain membuat lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan nyaman, kegiatan ini juga mengajarkan kami untuk terbiasa menjaga kebersihan setiap hari,” ujarnya.

Young man smiling while taking a selfie on a sunny urban street, with a road, cars, and power lines in the background.
Salah seorang peserta bersih lingkungan, Alvin, siswa kelas XII SMA Negeri 9 Yogyakarta. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Alvin menilai, kebiasaan menjaga kebersihan tidak seharusnya hanya dilakukan saat mengikuti kegiatan bersama di sekolah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan rumah masing-masing.

“Harapannya kebiasaan ini tidak berhenti di sekolah saja. Kami sebagai pelajar juga bisa menerapkannya di rumah dan mengajak keluarga maupun teman-teman untuk sama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Kalau dimulai dari diri sendiri, saya yakin lingkungan akan menjadi lebih bersih dan sehat,” tambahnya

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar