Mabur.co- Matahari sore memantulkan sinar redupnya di permukaan embung, menemani ratusan orang yang berkeliling menyusuri jalur di tepiannya. Ada yang jalan santai, tapi tidak sedikit pula yang berlari-lari kecil alias joging.
Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) yang berada di Kalurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo adalah salah satu destinasi wisata yang berada di Kota Yogyakarta bagian selatan yang dibangun Pemerintah Kota Yogyakarta dan diresmikan penggunaannya pada 23 Mei 2025.
Sejak dibuka untuk umum, masyarakat Kota Yogyakarta dan sekitarnya kerap berkunjung ke lokasi ini terutama untuk menikmati suasana akhir pekan.
Taman Budaya Embung Giwangan yang terintegrasi dengan Kawasan Cagar Budaya Kotagede juga telah beberapa kali menjadi tempat digelarnya event, seperti pameran dan pentas budaya.
Sebagai magnet wisata baru di Kota Yogyakarta, kawasan ini kemudian dikembangkan dengan memadukan konsep pelestarian seni, budaya, adat tradisi, dan konservasi lingkungan.
Arsitektur Bergaya Indis
Yang menjadi daya tarik pengunjung adalah desain bangunan pintu gerbang itu menggunakan arsitektur bergaya Indis, yang merupakan rekomendasi Dewan Pertimbangan dan Pelestarian Warisan Budaya.
Salah satu pengunjung, Almeera Adreena, mengatakan, tempatnya enak untuk lari karena tidak ada lalu lintas kendaraan.
“Pemandangannya di sini bagus karena banyak pohon,” katanya, Jumat (5/6/2026).
Almeera berharap, vegetasi di TBEG bisa ditambah agar makin rindang. Di beberapa titik, lahan tampak masih gundul tanpa tutupan hijau.
”Selain itu, mungkin bisa diperbanyak fasilitas permainan anak juga,” katanya.

