Mabur.co – Jika membicarakan tentang budaya dan kekayaannya, kebanyakan orang akan lebih terfokus pada seni dan tempat-tempat bersejarah. Padahal, ada bagian lain yang tidak kalah pentingnya, sebut saja permainan tradisional.
Hal tersebut dikarenakan permainan tradisional bukanlah hanya sekadar kegiatan untuk bersenang-senang, melainkan gambaran dan kebiasaan seseorang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Ketika masih anak-anak, salah satu aktivitas paling menyenangkan dan ditunggu adalah bermain. Berbeda dengan kebanyakan anak sekarang yang lebih banyak di depan monitor, anak dahulu lebih senang bermain secara langsung dengan teman sebaya. Hal tersebut tentu sangat berpengaruh dalam hal kecerdasan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.

Apabila melihat perkembangan anak saat ini, tentu tidak terlepas dari perkembangan teknologi di mana ia berada (lingkungan rumah dan lingkungan sekolah). Perkembangan teknologi memengaruhi bentuk permainan yang tersaji di lingkungan sekitar.

Kini jarang terlihat sekumpulan anak yang bermain permainan tradisional di area-area terbuka, akan lebih mudah menemui anak yang sedang asyik dengan memainkan perangkat modern di tangannya.

(Foto: Setiaky A Kusuma)
Kepala Museum Negeri Sonobudoyo, Ery Sustiyadi, mengatakan, kehadiran permainan tradisional di museum memberikan pengenalan terhadap anak yang terbiasa dengan permainan pada perangkat modern bahwa permainan tradisonal memiliki keseruan yang tidak kalah dengan perangkat modern.
Koleksi permainan tradisional yang dimiliki Museum Negeri Sonobudoyo di antaranya dakon atau congkak, engrang bathok, ketapel, senapan, peluit burung, seruling bambu, peluit perkutut, kapal othok-othok, yoyo, kodok-kodokan, gangsingan, klotokan, paser, onthong-onthong, dan kasti.
Ada juga foto zaman dulu yang memperlihatkan permainan cublak-cublak suweng, ancak-ancak alis, dolanan jamuran, tempat adu jangkrik, bumbung adu jangkrik, alat angin-angin jangkrik.

“Bentuk dan aturan sederhana dari permainan tradisional memberikan gambaran bahwa anak dapat menciptakan suasana menyenangkan dengan mudah. Sekaligus membentuk lingkungan bersosialisasi yang sehat dengan teman sepermainannya,” ujarnya saat diwawancarai via telepon, Sabtu (6/6/2026).

Ery mengatakan, kehadiran artefak permainan tradisional yang masih dapat ditemui di berbagai tempat jual-beli diharapkan mampu menjadi salah satu variasi bermain bagi orang tua dalam mendidik anak di era modern ini.
“Hal ini mendorong kehadiran orang tua ke dalam dunia anak sebagai guru dan teman bermain yang mampu menjadi pembelajaran pertama anak di usia dini,” katanya.

