Mario Aji dan Veda Ega Pratama Bertekad Tampil Maksimal di Seri Mandalika

3 Min Read
Dua pembalap Indonesia di ajang Grand Prix, Mario Aji (tengah) dan Veda Ega Pratama (kanan), saat hadir di Yogyakarta (Foto: Azka Qintory)

Mabur.co – Dua pembalap Indonesia yang kini berlaga di ajang Grand Prix, Mario Suryo Aji (Moto2) dan Veda Ega Pratama (Moto3) saat ini tengah berlibur di Indonesia, setelah melewati setengah musim 2026 yang cukup panjang, dengan berlaga di 11 seri yang dimulai sejak akhir Februari.

Keduanya pun menyempatkan waktu untuk hadir di Yogyakarta, dalam acara Meet and Greet yang digagas oleh Pertamina dan juga ITDC (Injourney Tourism Development Corporation), yang digelar di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, Minggu (19/7/2026).

Acara ini juga menjadi semacam kegiatan marketing bagi masyarakat Yogyakarta (promotional event), untuk menyambut gelaran MotoGP Indonesia 2026, yang akan dilangsungkan pada 9-11 Oktober 2026 di sirkuit Mandalika, Lombok, provinsi NTB.

Putra Gunungkidul Kebanggaan DIY

Terlebih salah satu wakil Indonesia di ajang tersebut, yakni Veda Ega Pratama, merupakan putra asli DIY, tepatnya dari Kabupaten Gunungkidul.

Di sela-sela kegiatan, keduanya pun membicarakan peluang dan target di balapan seri Mandalika tersebut, yang pastinya akan memiliki atmosfer yang berbeda dari balapan-balapan sebelumnya yang digelar di Eropa.

“Ya pastinya sih udah nggak sabar ya nungguin balapan di Mandalika. Apalagi ini (2026) merupakan tahun pertama saya di ajang Grand Prix. Saya pasti akan berusaha memberikan yang terbaik di balapan nanti, untuk membawa nama Indonesia,” pungkas Veda, saat ditemui usai mengisi acara Meet and Greet di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, Minggu (19/7/2026).

Sementara seniornya yang telah merasakan pengalaman balap di Mandalika sejak awal berdiri, yakni Mario Suryo Aji, juga memiliki keinginan yang sama untuk memberikan hasil yang terbaik di balapan seri Mandalika. Namun ia tidak ingin mematok target yang terlalu muluk-muluk, karena ia menyadari persaingan di Moto2 sangatlah sulit dan kompetitif.

“Saya ingin mempersembahkan yang terbaik juga untuk balapan di Mandalika nanti. Tapi kita sih tetap harus realistis, karena kita tahu persaingan di sana (World Championship) sangatlah ketat, yang jelas saya pasti akan berusaha untuk tampil maksimal di balapan kandang tahun ini,” papar Mario, di kesempatan yang sama.

Untuk mempersiapkan balapan kandang dengan lebih maksimal, keduanya pun akan diberikan kesempatan untuk berlatih di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut, setelah rangkaian acara di Yogyakarta usai.

Mereka akan berlatih khusus di sirkuit Mandalika selama dua hari, agar dapat mempersiapkan paruh musim kedua dengan lebih maksimal, sekaligus “curi start” untuk menjajal sirkuit yang akan digunakan pada seri ke-17 musim balap 2026 kali ini. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar