Geblekan, Permainan Tradisional yang Hanya Ada di Kulon Progo 

3 Min Read
Permainan tradisional geblekan asal Kulon Progo. (Foto: Dok JH Kusmargana)

Mabur.co – Kabupaten Kulon Progo dikenal memiliki beragam permainan atau olahraga tradisional yang cukup unik dan menarik. Salah satunya adalah permainan tradisional bernama geblekan. 

Permainan tradisional yang memadukan unsur olahraga dan budaya ini mungkin menjadi satu-satunya yang ada di dunia karena hanya bisa ditemui di Kabupaten Kulon Progo. 

Geblekan atau yang juga dikenal dengan sebutan geblegan merupakan olahraga tradisional khas Kulon Progo yang dikembangkan oleh Balemas Singlon bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kulon Progo. 

Angkat Potensi Budaya Lokal

Permainan ini juga diciptakan sebagai upaya mengangkat potensi budaya lokal melalui aktivitas olahraga yang menyenangkan dan edukatif. Termasuk juga memperkenalkan kuliner tradisional geblek khas Kulon Progo.

Permainan tradisional geblekan sendiri lahir terinspirasi dari aktivitas masyarakat saat membuat geblek, makanan tradisional berbahan dasar tepung tapioka yang menjadi salah satu kuliner khas wilayah Perbukitan Menoreh.

Permainan tradisional geblekan asal Kulon Progo (Foto: Dok JH Kusmargana)

Dalam permainan ini geblekan dimainkan oleh dua tim yang saling berhadapan. Masing-masing tim biasanya terdiri dari tiga pemain inti. Pertandingan berlangsung di lapangan berukuran sekitar 2×14 meter dan dipimpin oleh seorang wasit.

Setiap anggota tim dituntut saling bekerjasama dengan menunjukkan ketangkasan, kecepatan, serta ketepatan dalam menjalankan tugas masing-masing. 

Dimana satu orang bertugas membuat adonan geblek berbentuk lingkaran. Satu orang lainnya bertugas membawa geblek dengan melewati rintangan dan memasukannya ke dalam bilah bambu. 

Sementara satu orang lainnya bertugas menjadi tumpuan pemain lainnya untuk bisa memasukkan atau menempatkan adonan geblek ke dalam tiang bambu yang dibuat cukup tinggi.

Tim yang mampu menyelesaikan dan menempatkan adonan geblek paling banyak akan menjadi pemenang. 

Biasanya pertandingan geblekan dimainkan dalam dua babak dengan durasi masing-masing 10 menit. Apabila kedua tim memperoleh skor yang sama, pertandingan akan dilanjutkan ke babak ketiga sebagai penentuan pemenang.

Selain membutuhkan kemampuan fisik, permainan ini juga menuntut kekompakan antaranggota tim. Para pemain harus mampu berkomunikasi dengan baik untuk menyusun strategi dan mengungguli lawan.

Keunikan dan keseruan permainan tradisional geblekan asal Kulon Progo (Foto: Dok JH Kusmargana)

Salah satu warga yang pernah mengikuti lomba ini, Novita Sari, mengaku antusias memainkan permainan  tradisional geblekan. Menurutnya, geblekan menjadi permainan yang sangat seru dan menyenangkan. 

“Permainannya seru sekali karena membutuhkan kerja sama dan strategi. Walaupun terlihat sederhana tetapi cukup sulit dan menguras tenaga bila tidak terbiasa,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Sebagai olahraga dan permainan rakyat, geblekan memiliki berbagai manfaat. Selain dapat melatih kelenturan tubuh, koordinasi gerak, kekuatan fisik, serta ketangkasan tangan, geblekan juga mampu melatih rasa kebersamaan dan kekompakan antarpemain.

Meski belum begitu dikenal luas, permainan olahraga tradisional geblegan ini pernah meraih prestasi sebagai penampil terbaik kedua pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Tingkat Nasional (Fotradnas) XIII di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tahun 2024 silam.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment