Harga Cabai Anjlok, Petani di Kulon Progo Merugi 

2 Min Read
Seorang petani tengah memanen cabai. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Harga cabai di tingkat petani di Kabupaten Kulon Progo mengalami penurunan tajam dalam sepekan terakhir. Kondisi ini membuat petani mengeluhkan menurunnya pendapatan di tengah biaya produksi pertanian yang terus meningkat.

Saat ini harga cabai di tingkat petani hanya berkisar Rp21 ribu per kilogram. Padahal sepekan sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram.

Penurunan hingga lebih dari Rp10 ribu per kilogram tersebut dinilai sangat memberatkan petani karena tidak diikuti turunnya biaya produksi.

Harga Jual Jauh dari Harapan Petani

Salah seorang petani cabai di wilayah Kenteng, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Sentolo, Semi, mengaku harga jual saat ini jauh dari harapan petani.

Menurutnya, berbagai kebutuhan produksi pertanian seperti pupuk dan sarana perawatan tanaman justru terus mengalami kenaikan.

“Harga cabai sekarang tinggal Rp21 ribu per kilogram. Padahal minggu lalu masih Rp32 ribu. Sementara harga pupuk dan kebutuhan lainnya terus naik,” ujarnya.

Semi saat ditemui Mabur.co (Foto: JH Kusmargana)

Semi mengelola lahan cabai seluas sekitar 400 meter persegi. Dari lahan tersebut, ia dapat memanen cabai setiap empat hari sekali dengan hasil rata-rata sekitar 16 kilogram. Namun dengan harga jual yang terus menurun, hasil panen yang diperoleh tidak mampu memberikan keuntungan yang optimal.

Menurutnya, pendapatan petani semakin tergerus karena biaya yang harus dikeluarkan selama masa tanam cukup besar. Mulai dari pembelian pupuk, pestisida, hingga biaya perawatan tanaman membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Kondisi ini membuat petani berada dalam posisi sulit. Ketika harga cabai tinggi, produksi sering kali menurun akibat cuaca atau serangan hama. Sebaliknya saat hasil panen cukup baik, harga justru mengalami penurunan sehingga keuntungan yang diperoleh tidak maksimal.

Para petani berharap harga cabai dapat kembali stabil sehingga usaha pertanian yang mereka jalankan tetap memberikan hasil yang layak. Stabilitas harga dinilai penting agar petani dapat menutupi biaya produksi sekaligus menjaga keberlangsungan usaha tani yang menjadi sumber penghidupan keluarga mereka.

“Harapannya harga bisa stabil. Tidak harus terlalu tinggi, yang penting petani masih mendapatkan keuntungan dan biaya produksi bisa tertutupi,” kata Semi.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment