Umbul Temanten, Payung Kehidupan Warga Lereng Merapi

2 Min Read
Group of Indonesian villagers and officials kneeling in a forested outdoor area, performing a traditional ceremony with brown clay pots.
Tradisi budaya dan pelestarian lingkungan kembali berpadu dalam gelaran Merti Umbul Temanten yang berlangsung di kawasan lereng Gunung Merapi, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co– Tradisi budaya dan pelestarian lingkungan kembali berpadu dalam gelaran Merti Umbul Temanten yang berlangsung di kawasan lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Rabu (24/6/2026).

Ketua Panitia, Misman S.Ag, mengatakan, kegiatan tahunan ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas keberadaan sumber mata air Umbul Temanten yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga di lereng Merapi hingga Kota Yogyakarta.

“Umbul Temanten memiliki keunikan tersendiri. Karena terdiri dari dua sumber mata air yang dikenal sebagai Umbul Wadon dan Umbul Lanang. Hari ini kita menggelar kegiatan yang sudah melegenda setiap tahun, yaitu Merti Umbul Temanten. Disebut Umbul Temanten karena di lokasi tersebut terdapat Umbul Wadon dan Umbul Lanang,” ujarnya.

Row of brown terracotta pots with narrow necks and black label stickers, arranged outdoors beside a mossy wall and green plants
Kendi yang berisi air dari Umbul Temanten. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Misman mengatakan pula, tujuan kegiatan ini agar sumber mata air tetap lestari dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat lereng Merapi bahkan sampai Kota Yogyakarta.

Merawat Sumber Kehidupan

“Air yang diambil dalam prosesi ini menjadi pengingat bahwa sumber kehidupan harus terus dirawat agar memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Umbulharjo, Danang Sulistya Haryana, menegaskan, bahwa filosofi utama dari tradisi Merti Umbul Temanten adalah menjaga keberlanjutan sumber air untuk masa depan.

“Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air, semuanya tidak ada apa-apanya. Karena itu, kita harus merawat air untuk kehidupan. Apa yang kita lakukan hari ini sejatinya adalah investasi bagi anak cucu kita nanti,” ujarnya.

Danang menjelaskan, kawasan Umbul Temanten selama ini tidak hanya dimanfaatkan masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi sumber pasokan air bagi berbagai pihak, termasuk PDAM Sleman, PDAM Kota Yogyakarta, hingga sektor usaha lainnya. Kegiatan ini mengajarkan pentingnya menjaga alam demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

“Kalau bukan kita yang merawat sekarang, siapa lagi? Kita harus nguri-uri alam dan melestarikan sumber air demi kehidupan yang berkelanjutan,” tegasnya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment