Vuvuzela, Budaya Meniup Terompet Saat Pesta Piala Dunia

4 Min Read
Energetic South African soccer fans in green and yellow cheer, blowing vuvuzelas.
Supporter Afrika Selatan meniupkan terompet Vuvuzela di tengah pertandingan Piala Dunia 2010. (Foto: Getty Images)

Mabur.co – Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memeriahkan pertandingan sepakbola, apalagi sekelas Piala Dunia.

Setiap negara tuan rumah seringkali memiliki cara yang unik dan khas, untuk dapat menyemarakkan suasana pertandingan di Piala Dunia, yang hanya berlangsung empat tahun sekali.

Sedikit flash back ke Piala Dunia 2010 lalu, yang diselenggarakan di Afrika Selatan.

Publik setempat sempat membuat heboh dunia internasional, ketika suara terompet plastik keras dari arah tribun terus didengungkan di sepanjang laga pembuka Piala Dunia 2010 antara Afrika Selatan melawan Meksiko, yang berlangsung di Stadion Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan.

Suara tersebut diketahui berasal dari terompet khas Afrika Selatan bernama “Vuvuzela”.

Dikutip dari laman ANTARA, Rabu (24/6/2026), Vuvuzela merupakan terompet melengkung berwarna-warni dengan panjang sekitar 60 hingga 65 cm yang terbuat dari plastik cetakan injeksi (polimer).

Suara terompet dari Vuvuzela rupanya tidak hanya muncul di laga pembuka saja, namun masih terus berlanjut di laga-laga selanjutnya, bahkan sampai laga puncak antara Belanda menghadapi Spanyol di stadion yang sama, satu bulan kemudian.

Soccer players in yellow and green celebrate a goal on the field as a cheering crowd watches the scene in the stands.
Para pemain Afrika Selatan melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Meksiko di laga perdana Piala Dunia 2010, yang turut diiringi tiupan Vuvuzela di tribun penonton. (Foto: FIFA)

Meskipun menjadi ciri khas tersendiri di Piala Dunia 2010, namun tak sedikit orang yang merasa terganggu dengan suara tersebut, termasuk dari pemain peserta Piala Dunia itu sendiri.

Dilansir dari laman Bolaskor, Rabu (24/6/2026), kebisingan yang diciptakan terompet Vuvuzela bahkan membuat beberapa pihak sempat meminta FIFA untuk melarang penggunaanya di dalam stadion.

Namun keinginan tersebut ditolak keras oleh suporter Afrika Selatan, yang menganggap Vuvuzela sebagai simbol budaya sepak bola mereka.

Jadi Oleh-oleh Wajib

Fan dressed in Portugal colors blows a green and red novelty horn at a game, wearing red sunglasses and a festive hat.
Fans Portugal juga ikut meniupkan Vuvuzela saat menyaksikan timnas Portugal berlaga di Piala Dunia 2010. (Foto: FIFA)

Di balik pro dan kontra yang mengiringi keberadaan Vuvuzela, terompet khas Afrika Selatan ini tetap mampu menarik perhatian masyarakat dari seluruh dunia, yang turut menyaksikan Piala Dunia 2010 langsung di Afrika Selatan.

Bagi mereka, Vuvuzela merupakan salah satu cinderamata yang wajib dibawa pulang, sebagai salah satu oleh-oleh dari perhelatan Piala Dunia di Afrika Selatan. Karena tentu saja, terompet semacam ini tidak akan mampu ditemukan di negara mana pun, kecuali di negara asalnya.

Dengan meniupkan Vuvuzela, masyarakat seperti sedang merayakan pesta sepakbola dunia, dan turut memeriahkan ajang Piala Dunia 2010 di benua Afrika.

Bahkan ada satu ungkapan menarik, bahwa ketika suara Vuvuzela itu hilang atau berhenti, maka suasana stadion pun akan langsung hening seketika, dan pertandingan Piala Dunia pun jadi terasa sepi.

Sehingga dentuman suara Vuvuzela, tanpa diikuti suara fans lainnya, sudah dianggap cukup untuk memeriahkan seisi stadion di Afrika Selatan, untuk mendukung tim kesayangan yang sedang berlaga.

Publik pun turut mengenang Piala Dunia 2010 sebagai salah satu Piala Dunia terunik yang pernah ada. Selain karena pertama kali digelar di benua Afrika, Piala Dunia edisi saat itu juga menghadirkan hits yang masih fenomenal sampai saat ini, yaitu “Waka-waka” yang dinyanyikan oleh penyanyi asal Kolombia, Shakira, serta menghadirkan juara dunia baru, yakni Spanyol.

Jangan lupakan juga eksistensi Vuvuzela di dalamnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment