Meskipun Minim Siswa SD Tamansiswa Tetap Punya Peminat Tersendiri, Ini Alasannya

3 Min Read
Signboard in Indonesian reading 'Taman Muda (SD)' in front of a blue building, surrounded by trees and red-leaf plants.
SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa Yogyakarta. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Meski jumlah muridnya tidak sebanyak sekolah-sekolah lain, SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa ternyata masih memiliki peminat tersendiri di tengah masyarakat Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pendidikan.

Menariknya, tidak sedikit orang tua yang sengaja memilih menyekolahkan anaknya di perguruan warisan Ki Hajar Dewantara tersebut karena konsep pendidikan yang dinilai berbeda dengan sekolah negeri maupun swasta pada umumnya.

Salah satunya diungkapkan Ratna, warga Banguntapan, Bantul.

Siswa Manusia Merdeka

Ia memilih menyekolahkan anaknya di SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa karena sekolah ini memandang setiap siswa sebagai manusia merdeka yang memiliki keunikan dan potensi masing-masing.

Menurutnya, konsep tersebut sulit ditemukan di sekolah lain yang cenderung lebih berorientasi pada capaian akademik maupun prestasi di bidang tertentu.

“Kebetulan anak saya ini istimewa. Ia merupakan anak berkebutuhan khusus. Dulu pernah saya sekolahkan di sekolah negeri, tetapi di sana dia merasa kurang nyaman karena mungkin lingkungannya kurang mendukung. Akhirnya saya pindahkan ke sini,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Ratna mengatakan, sejak bersekolah di Tamansiswa, anaknya jauh lebih nyaman mengikuti proses belajar. Melalui Sistem Among yang diterapkan di sekolah tersebut, anaknya dapat belajar dengan gembira sesuai kemampuan yang dimilikinya.

“Di sini anak saya mendapatkan perhatian lebih. Selain jumlah muridnya tidak terlalu banyak, setiap pamong juga sangat ngemong, membimbing dan mendampingi anak-anak dengan sepenuh hati,” katanya.

Menurut Ratna, pendekatan pendidikan seperti inilah yang dibutuhkan anaknya agar dapat berkembang tanpa tekanan dan mampu menemukan potensi terbaik yang dimiliki.

Hal senada disampaikan Kharisma, warga Mergangsan, Yogyakarta.

Ia bahkan mempercayakan pendidikan ketiga anaknya di Perguruan Tamansiswa, mulai dari jenjang Taman Muda hingga Taman Dewasa.

Kenalkan Seni Budaya

Baginya, Tamansiswa tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan mata pelajaran akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal seni, budaya, dan nilai-nilai kehidupan.

“Kalau di Tamansiswa siswa banyak diajarkan kesenian tradisional, seperti karawitan atau gamelan, tari-tarian, hingga permainan tradisional. Jadi kepekaan rasanya juga diasah, tidak hanya belajar akademik terus-menerus,” ujarnya.

Menurut Kharisma, pendidikan seperti itu mampu membentuk anak menjadi pribadi yang lebih utuh, bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta mencintai budaya bangsa.

Selain itu, ia menilai ikatan kekeluargaan antarsesama warga Tamansiswa menjadi salah satu keunggulan yang sulit ditemukan di sekolah lain.

“Menurut saya lulusan Tamansiswa itu memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat kuat. Kebetulan saya sendiri juga lulusan Tamansiswa. Itu yang membedakan Tamansiswa dengan sekolah lainnya,” tuturnya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar