Di Tangan Perajin Suminah, Rotan Disulap Jadi Tas

2 Min Read
Rows of black-and-natural woven baskets on a wooden display, with a person weaving in the background at a market stall
Suminah sedang menyelesaikan anyaman rotan tas. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co- Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kerajinan rotan  di Kota Palangka Raya, Kalimantan  Tengah, terus menunjukkan potensi besar untuk menembus pasar ekspor.  

Rotan biasanya digunakan untuk membuat alat rumah tangga seperti kursi, meja. Di tangan perajin Suminah, rotan disulap menjadi tas yang biasanya dari kanvas, kulit, maupun kain.

Beige and black geometric woven fabric with a star-like tessellated pattern displayed in a shop window.
Tikar anyaman rotan yang dijual Rp5.000.000 dipamerkan di INACRAF 2026.
(Foto: Setiaky A Kusuma)

Suminah mengatakan, rotan dipilih menjadi kerajinan tas karena di tempat tinggalnya hasil rotan melimpah.

“Kebanyakan masyarakat di sana pekerjaannya petani. Pemilihan rotan menjadi salah satu cara untuk mengangkat kerajinan khas Kalimantan Tengah,” ucapnya, saat ditemui di stan pameran INACRAF 2026, JEC, Kamis (16/7/2026).

Suminah mengatakan, untuk harga paling murah Rp100.000 hingga Rp5.000.000.

“Harga tergantung tingkat kesulitan, semakin sulit harga semakin mahal,” ucapnya.

Suminah berharap, agar produk tas yang terbuat dari rotan bisa lebih luas jangkauannya.

“Sekarang ini masih di tingkat lokal saja, siapa tahu nanti bisa naik hingga level internasional,” ucapnya.

Row of black-and-white patterned woven bags hanging on a wooden rack in a shop display.
Tas anyaman rotan Suminah dijual dan dipamerkan di INACRAFT 2026. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Suminah menuturkan, produk anyaman rotan miliknya  sudah berhasil menembus pasar daerah, tidak hanya terbatas di wilayah Palangka Raya saja. Tetapi juga hingga sampai Jakarta, Surabaya, bahkan NTB.

“Untuk penjualan saat ini meliputi barang ready  stock yang bisa dipilih langsung oleh pembeli serta layanan by order dengan pilihan motif rotan sesuai keinginan, seperti motif talawang,” ucapnya.

Suminah mengakui dukungan pemerintah terhadap UMKM selama ini cukup baik. Khususnya dalam penyediaan alat produksi seperti mesin jahit khusus kulit dan sintesis serta meja kerja.

“Saya berharap pemerintah dapat memberikan fasilitas lebih lanjut untuk peningkatan kualitas dan kreativitas produksi, sehingga UMKM kerajinan rotan khas Kalimantan Tengah ini semakin bernilai kompetitif di pasar yang lebih luas,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar