Mabur.co- Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kerajinan rotan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus menunjukkan potensi besar untuk menembus pasar ekspor.
Rotan biasanya digunakan untuk membuat alat rumah tangga seperti kursi, meja. Di tangan perajin Suminah, rotan disulap menjadi tas yang biasanya dari kanvas, kulit, maupun kain.

(Foto: Setiaky A Kusuma)
Suminah mengatakan, rotan dipilih menjadi kerajinan tas karena di tempat tinggalnya hasil rotan melimpah.
“Kebanyakan masyarakat di sana pekerjaannya petani. Pemilihan rotan menjadi salah satu cara untuk mengangkat kerajinan khas Kalimantan Tengah,” ucapnya, saat ditemui di stan pameran INACRAF 2026, JEC, Kamis (16/7/2026).
Suminah mengatakan, untuk harga paling murah Rp100.000 hingga Rp5.000.000.
“Harga tergantung tingkat kesulitan, semakin sulit harga semakin mahal,” ucapnya.
Suminah berharap, agar produk tas yang terbuat dari rotan bisa lebih luas jangkauannya.
“Sekarang ini masih di tingkat lokal saja, siapa tahu nanti bisa naik hingga level internasional,” ucapnya.

Suminah menuturkan, produk anyaman rotan miliknya sudah berhasil menembus pasar daerah, tidak hanya terbatas di wilayah Palangka Raya saja. Tetapi juga hingga sampai Jakarta, Surabaya, bahkan NTB.
“Untuk penjualan saat ini meliputi barang ready stock yang bisa dipilih langsung oleh pembeli serta layanan by order dengan pilihan motif rotan sesuai keinginan, seperti motif talawang,” ucapnya.
Suminah mengakui dukungan pemerintah terhadap UMKM selama ini cukup baik. Khususnya dalam penyediaan alat produksi seperti mesin jahit khusus kulit dan sintesis serta meja kerja.
“Saya berharap pemerintah dapat memberikan fasilitas lebih lanjut untuk peningkatan kualitas dan kreativitas produksi, sehingga UMKM kerajinan rotan khas Kalimantan Tengah ini semakin bernilai kompetitif di pasar yang lebih luas,” katanya.
