Mabur.co – Dampak menaikkan harga sejumlah bahan pokok sejak beberapa hari terakhir mulai dirasakan para pelaku usaha kuliner di sejumlah daerah.
Salah satunya adalah pedagang mi ayam yang kini harus menghadapi lonjakan biaya operasional akibat mahalnya harga ayam potong dan sejumlah komoditas lainnya.
Sutoyo, pedagang mi ayam yang telah berjualan selama 31 tahun di Pasar Wates, mengaku ikut terdampak atas kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok tersebut.
Memberatkan Pedagang Kecil
Ia menyebut, kenaikan harga bahan pokok seperti daging ayam hingga sayur-sayuran sejak beberapa hari terakhir cukup memberatkan bagi pedagang kecil seperti dirinya.
“Harga ayam potong sebelumnya hanya sekitar Rp28-29 ribu sekarang melonjak mencapai Rp34 hingga Rp35 ribu per kilogram. Jadi cukup memberatkan,” katanya.
Kenaikan tersebut membuat biaya produksi usaha mi ayam yang dijalankannya ikut membengkak. Tidak hanya ayam, sejumlah bahan kebutuhan lainnya juga mengalami kenaikan harga sehingga semakin menambah beban usaha.
“Sayur-sayuran juga naik dari biasanya Rp2000 sekarang sampai Rp4000 hingga Rp5000,” ungkapnya.
Meski sejumlah bahan baku mengalami kenaikan, Sutoyo memilih tetap mempertahankan harga jual mi ayamnya. Ia mengaku tidak tega membebankan kenaikan biaya tersebut kepada para pelanggan yang selama ini setia membeli dagangannya.
“Kalau harga dinaikkan, kasihan pembeli. Jadi sementara saya bertahan dulu meski keuntungan semakin menipis,” ujarnya.
Harapan Harga Kembali Normal
Menurut Sutoyo, keputusan untuk tidak menaikkan harga membuat keuntungan yang diperolehnya jauh berkurang dibanding sebelumnya. Namun ia berharap kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan harga bahan pokok dapat segera kembali normal.
Sebagaimana diketahui belakangan ini, harga sejumlah komoditas bahan pokok memang mengalami kenaikan.
Selain ayam potong, beberapa jenis sayuran dan bahan pangan lainnya juga ikut naik seiring mulai kembali bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu membuat stok sejumlah komoditas bahan pokok di pasaran semakin terbatas sehingga membuat harganya langsung melonjak.
Menyikapi kondisi ini para pelaku usaha makanan seperti Sutoyo berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok agar pelaku usaha kecil tidak semakin terbebani.
Ia juga berharap kondisi pasar segera kembali normal sehingga usahanya dapat terus bertahan di tengah kondisi daya beli masyarakat yang semakin menurun.
