Mabur.co – Sikap kritis masyarakat kembali ditunjukkan lewat viralnya kabar terkait isu dugaan pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Warganet mempertanyakan besaran nilai anggaran yang sangat fantastis itu karena dinilai tidak masuk akal sehingga memunculkan dugaan adanya praktik korupsi.
Tak sedikit warganet mencicibir bahkan meminta mundur Menteri Koperasi Ferry Juliantono karena dianggap tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
Viralnya kabar itu sendiri bermula saat anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI-P, Mufti Anam, melakukan rapat bersama Menkop Ferry di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Mufti meminta pemerintah dalam hal ini Menkop Ferry agar memberikan penjelasan secara terbuka terkait informasi soal pengadaan kipas angin tersebut.
Harga Satuan Kipas Angin Rp11 Juta
Mirisnya, Menkop Ferry justru mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia berdalih besarnya anggaran pengadaan kipas angin itu dimungkinkan terjadi karena harga satuan kipas angin yang mencapai Rp11 juta lebih per unit.
Kontan video yang memuat pernyataan itu pun langsung viral di media sosial. Warganet berbondong-bondong mempertanyakan pernyataan Menteri Ferry tersebut serta menuntut adanya transparansi.
“Kipas angin 11 jtan hrgnya kok ngalahin ac ya?? Knp g psg ac aj sekalian pak?” ujar salah seorang warganet.
“Kalo 11jt beli AC dpt 4biji stgh PK an, apalagi kalo kuantiti banyak malah lebih murah lagi,” imbuh warganet lainnya.
Warganet pun menduga adanya praktik korupsi berupa mark up dalam proses pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa Merah Putih. Mereka bahkan meminta Menkop Ferry mundur jika tidak mampu mengatasi persoalan tersebut.
“Mark up-nya terang” an ditangkepnya nunggu keluar dari pemerintahan dulu, udh kebaca alurnya,” ujar salah seorang warganet.
“Harga pengadaan gak ada yg ngotak,” timpal warganet lainnya.
“Menteri saja tidak tau? Mundur aja lah pak.. anda tidak amanah” ungkap salah seorang warganet.
Belum Ada Penjelasan Resmi
Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai kebenaran informasi pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun tersebut.
Pemerintah juga belum mengumumkan apakah angka yang beredar di media sosial merupakan bagian dari rencana pengadaan resmi atau hanya informasi yang belum terverifikasi.
Meski demikian, isu ini telah memicu desakan agar pemerintah membuka seluruh perencanaan belanja dalam program Kopdes Merah Putih secara transparan, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai penggunaan anggaran negara dan terhindar dari spekulasi maupun dugaan penyimpangan.
