Sultan Berikan Nasihat kepada Mario Aji dan Veda Ega Pratama Selama Berkompetisi di Ajang Balap Dunia

2 Min Read
Group of men in smart casual and jackets posing for a photo in a hallway with greenery in the background, forming a formal line up.
Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) menyampaikan harapan kepada Mario Aji (dua dari kiri) dan Veda Ega Pratama (tengah) yang menjadi dua wakil Indonesia di ajang balap kelas dunia. (Foto: Azka Qintory)

Mabur.co – Dalam kunjungannya di Kota Yogyakarta selama jeda musim panas tahun 2026 ini, dua pembalap Indonesia yang berkiprah di ajang Grand Prix, Mario Aji (Moto2) dan Veda Ega Pratama (Moto3) menyempatkan diri bertemu sang Gubernur yang juga Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang dilangsungkan di Keraton Kilen, kompleks Kesultanan Kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Mario dan Veda pun berkesempatan untuk menerima jamuan makan malam sekaligus berbincang-bincang dengan sang Ngarsa Dalem, terkait pengalamannya selama berkompetisi di Eropa, dan apa saja yang diperlukan untuk bisa tampil lebih maksimal lagi menjelang paruh kedua musim 2026 ini.

Modal Semangat

Sebagai raja kesultanan di Yogyakarta yang telah bertakhta selama 37 tahun, Sultan pun hanya bisa memberikan sejumlah nasihat kepada Mario dan juga Veda, terkait modal semangat yang bisa dipegang selama menjalani paruh musim kedua di tahun 2026 ini.

“Saya hanya berharap kepada mereka berdua (Mario Aji dan Veda Ega Pratama). Ini kan generasi muda kita, ya saya hanya bisa memberikan doa restu saja, dan juga pesan. Karena pilihannya itu sudah jadi pembalap, jangan mengatakan ‘wah itu susah, itu berat, tidak bisa’, dan lain-lain. Ya wis (itu namanya) kalah sebelum bertanding,” ujar Sri Sultan, usai menjamu Mario Aji, Veda Ega Pratama, dan seluruh jajaran pengelola sirkuit Mandalika yang hadir di Keraton Kilen, beberapa waktu lalu.

Menampilkan yang Terbaik

Sultan menambahkan, yang terpenting bagi Mario dan Veda saat ini adalah kemauan dari diri mereka masing-masing, untuk bisa menampilkan yang terbaik dalam setiap balapan yang dijalaninya. Karena semua hal tentunya selalu berawal dari motivasi dalam dirinya sendiri terlebih dahulu.

“Kita ini (yang sudah senior) kan bisanya hanya menyampaikan harapan-harapan, tapi kalau dirinya sendiri hatinya kecil, ya susah. Jadinya dia sendiri harus punya kesadaran untuk membesarkan hatinya sendiri. Bertanding melawan juara-juara internasional pun tidak ada masalah (tidak perlu merasa rendah diri dan lain sebagainya),” tambah Sultan.

Dirinya pun berharap agar Mario dan Veda bisa memberikan prestasi yang terbaik, ketika menjalani balapan di sirkuit Mandalika pada bulan Oktober mendatang. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar