Demi Bisa Sekolah, Siswi di Gayo Lues Seberangi Jembatan Gantung Rusak

3 Min Read
Seorang siswi berangkat sekolah dan warga menyeberangi sungai dengan jembatan gantung rusak di Gayo Lues. (Foto: Istimewa)

Mabur.co– Beredar video yang memperlihatkan warga dan siswi berangkat sekolah di Desa Pendawi, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, melintasi jembatan gantung rusak setelah jembatan utama hanyut diterjang banjir bandang.

Dilansir dari unggahan Medan Daily, Jumat (24/7/2026), akibat putusnya akses jalan dan jembatan, enam desa dilaporkan masih terisolasi selama berbulan-bulan. Warga berharap Pemerintah segera membangun kembali jembatan gantung rusak menjadi permanen agar aktivitas masyarakat kembali normal. Tidak ada lagi siswi yang berangkat sekolah di Gayo Lues dengan cara bergelantungan sehingga membahayakan nyawa sendiri.

Sangat Menyentuh Perasaan

Guru Besar Teknik Sipil Berwawasan Kebencanaan UII, Prof. Ir Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U, menuturkan, video yang memperlihatkan warga dan siswi yang sekolah di Desa Pendawi, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, melintasi jembatan gantung rusak setelah jembatan utama hanyut diterjang banjir bandang, tentu sangat menyentuh perasaan sekaligus memicu kekhawatiran mendalam.

“Semangat warga untuk tetap beraktivitas meski jembatan utama runtuh patut diapresiasi, namun struktur tersebut secara teknis sangat berbahaya dan tidak memenuhi standar keselamatan minimum,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Suwardi menuturkan, ditinjau dari prinsip teknik sipil: bahan bambu rentan patah dan tergelincir. Struktur yang ada juga tanpa penyangga, pagar pengaman, serta lantai rata membuatnya sangat labil.

Apalagi tidak ada perhitungan beban manusia maupun dampak gempa susulan serta arus sungai yang deras. Hal ini menempatkan nyawa penyeberang dalam risiko tinggi setiap kali melintas.

Jembatan Gantung Rusak Harus Cepat Dibangun

“Jembatan darurat atau jembatan gantung rusak haruslah dibangun dengan prinsip cepat, murah, mudah didapat bahannya, namun mutlak aman. Menggunakan strategi asimetris penanganan bencana, solusi yang disarankan adalah gunakan kawat baja sebagai penahan utama, lantai dari papan atau bambu yang diikat erat, lengkapi pegangan kokoh di kedua sisi. Kemudian batasi jumlah orang yang melintas bersamaan dan periksa kondisinya setiap hari. Jika memungkinkan, kirimkan komponen jembatan prefabrikasi ringan yang bisa dirakit warga dalam waktu singkat,” katanya.

Menurut Suwardi pula, siapa pun tidak boleh membiarkan jembatan yang seharusnya menjadi jembatan harapan bagi anak-anak penuntut ilmu justru berubah menjadi ancaman. Kebutuhan mendesak tidak boleh meniadakan akal sehat dan nilai keselamatan.

“Saya mengajak pihak berwenang dan relawan untuk segera memperbaiki struktur ini atau menggantinya dengan alternatif yang layak, demi melindungi nyawa saudara kita di Gayo Aceh,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar